
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Lagi, anjing gembala Jerman (German Shepherd Dog/GSD) jadi pusat perhatian dalam kegiatan TNI. Jika pada saat HUT ke 80 5 Oktober 2025 di Monas satwa pinter ini ikut terjun payung bersama prajurit Kopasus, kini ikut dalam latihan gabungan TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia Australian (Defence Force/ADF) dalam Bhakti Kanyini Ausindo yang berlangsung 20 sampai 24 Oktober 2025.
Beberapa GSD dari Von Phanuel Kannel menunjukkan kebolehannya di depan para tentara Australia. Melacak bahan peledak, memburu teroris dan membantu mencari para korban bencana alam. Semua aksi hewan terlatih yang dilakukan bersama prajurit TNI sebagai handlernya, membuat kagum para peserta latihan gabungan itu.
Dikutip dari laman Puspen TNI, Rabu (22/10), Latihan Gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini Ausindo 2025 ini bukan sekadar ajang militer, tapi juga simbol solidaritas kemanusiaan lintas negara antara Indonesia dan Australia yang berfokus pada peningkatan kemampuan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) atau Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana. Latihan ini juga menjadi bentuk kontribusi aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian, kesejahteraan, dan stabilitas keamanan regional melalui sinergi militer dan sipil.
Pelaksanaan Latgapmapad ini melibatkan berbagai unsur TNI, Basarnas, BPBD, instansi sipil dan negara sahabat Australia, USA, serta Timor Leste. Kegiatan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan interoperabilitas tetapi juga sebagai ajang berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi bencana alam, konflik kemanusiaan, serta ancaman non-militer lainnya.

Seperti diketahui salah satu jenis anjing pintar dengan penciumannya yang tajam itu adalah ras anjing gembala GSD. Satwa asal Jerman itu dilatih untuk mendukung tugas-tugas militer seperti pelacakan, pendeteksian bahan peledak, narkoba hingga penyelundupan. Anjing ini tidak hanya digunakan dalam misi pertempuran, tetapi juga dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti pencarian dan penyelamatan korban bencana, evakuasi jenazah dan misi kemanusiaan lainnya.
Para prajurit dari tiga matra TNI memang banyak berlatih di Von Phanuel Kennel Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Lokasi latihan milik Kurniawan Tan kerap digunakan untuk berlatih bagi prajurit TNI menjadi handler K9 lantaran didasarkan pada rekam jejak dan pengalaman panjang dalam melatih anjing militer. Juga didukung oleh instruktur yang profesional berstandar tinggi. Para petinggi militer, sering meninjau ke sana, termasuk Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto dan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak.
Ada sekitar 100 ras anjing GSD yang telah dikembangbiakkan di kennel Von Phanuel. Beberapa diantaranya bergabung di TNI untuk ikut mengamankan di perbatasan Indonesia-Malaysia. Karena penciumannya yang sangat tajam GSD ini penyelundup narkoba nanyak yang ditangkap karena terlacak membawa barang haram itu masuk ke wilayah Indonesia.
Editor: Isa Gautama



