Heboh, Hujan Es Sebesar Batu Kerikil Menimpa Pemukiman Warga Perum Bumi Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang

progresifjaya.co.id, TANGERANG – Heboh, hujan es sebesar batu kerikil menimpa sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang hingga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Jumat (31/10) sore. Fenomena ini terjadi di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua dan sekitarnya di Kabupaten Tangerang. Juga di kawasan Serpong, terutama di Jelupang, Serpong Utara, Tangsel.
Sejumlah warga Perumahan Bumi Kelapa Dua kaget begitu tiba-tiba terjadi hujan deras disertai angin kencang dan badai sekitar pukul 16.45 WIB. Lebih terkejut lagi terdengar atap rumah seperti tertimpa batu-batu kerikil. “Hujan es…Hujan es,” teriak beberapa warga sekitar. Group WhatsApp RT pun ramai memperbincangkan es sebesar batu kerikil yang turun dari langit bersama lebatnya hujan di sore hari itu.
Mereka saling men-share gambar atau foto hujan es tersebut di lingkungan rumahnya di RW O7, Perum Bumi Kelapa Dua. “Benar hujan es,” kata Ibu Neneng warga Jalan Layar 2B.
Hal yang sama juga dikatakan Rince Manalu yang bermukim di jalan itu. “Jadi sudah dua kali saya ngerasa hujan es di sini,” ungkapnya.
Ketua RT 07 Saiful Islam menimpali bahwa benar terjadi hujan es. “Jaring rumah saya hampir gak kuat menahan es,” katanya berikut men share foto.

Sedangkan di Summarecon Mall Serpong (SMS) para pengunjung juga dikagetkan dengan bunyi benda jatuh di atas meja, kursi, serta atap kawasan Gading Serpong itu. Hal ini memancing perhatian pengunjung. Rupanya, es batu berukuran kecil, ikut berjatuhan bersamaan dengan yang turun hujan cukup lebat.
“Hujannya deras, saya lagi duduk tiba-tiba saja klutuk-klutuk, es batu berukuran kecil-kecil ikut berjatuhan. Jadi saya sempat minggir,” ujar Maya, salah seorang pengunjung mall.
Hujan es yang turun sekitar pukul 16.45 WIB itu, berlangsung cukup lama, sekitar 3 menit. Saat dilihat lebih jelas pun, bentuk es nya bulat sempurna, lebih kecil dari ukuran kelereng.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto hujan es di wilayah Banten itu terjadi karena peningkatan potensi hujan akibat dinamika atmosfer global, regional, dan lokal. “Awan hujan yang terbentuk sangat aktif, terutama jenis Cumulonimbus yang dikenal mampu menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang, dan hujan es,” kata Guswanto dalam keterangannya, Jumat (31/10/).
Dia mengatakan hujan es terjadi sekitar pukul 16.45 WIB di kawasan BSD, Jelupang, hingga Gading Serpong berupa butiran es yang jatuh berukuran kecil, tidak lebih besar dari kerikil, dan sempat membuat warga berlindung karena khawatir terkena dampaknya.
Sebelumnya BMKG, kata Guswanto, telah mengeluarkan peringatan dini sejak 28 Oktober 2025 tentang potensi cuaca ekstrem hingga 31 Oktober, termasuk hujan lebat, petir, dan angin kencang. “Tangerang Selatan secara khusus diprediksi mengalami hujan petir pada siang hingga sore hari,” ujarnya.
Guswanto menjelaskan hujan es terbentuk ketika udara naik dengan cepat ke atmosfer yang sangat dingin, menyebabkan tetesan air membeku menjadi es. “Dalam awan Cumulonimbus, es bisa terbentuk dan jatuh ke permukaan jika tidak sempat mencair saat turun,” jelasnya.
Editor: Isa Gautama



