Jenguk Korban Ledakan Bom SMAN 72, Kapolda Metro Sebut 21 Orang Sudah Pulang ke Rumah

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri usai menjenguk korban ledakan bom SMAN 72 di RS Islam Cempaka Putih.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menjenguk korban ledakan bom Masjid SMAN 72 Jakarta di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, (7/11).
Dalam pernyataannya usai menjenguk, Kapolda Metro ke-41 yang penulis lebih enak panggil dan juluki Kang Asep ‘Sniper’ ini mengatakan, ada 54 siswa yang jadi korban ledakan bom saat
tengah beribadah menunaikan Shalat Jumat.
Ke 54 siswa korban ledakan itu kemudian dilarikan ke dua rumah sakit yakni, Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan Rumah Sakit Yarsi juga di Cempaka Putih untuk mendapatkan perawatan.
“Dari data awal yang kita terima korban ledakan bom di SMAN 72 ada 54 orang. Kabar terbaru 21 orang dinyatakan pulih dan sudah pulang ke rumahnya. Tinggal 33 korban lagi yang masih dirawat,” kata Kapolda Kang Asep ‘Sniper’.
Dijelaskannya juga, luka yang dialami para siswa korban ledakan terdata bervariasi. Ada yang luka ringan, sedang, dan berat. Juga ada beberapa di antaranya yang mengalami luka bakar.
Untuk saat ini, Kapolda Kang Asep ‘Sniper’ mengaku masih enggan untuk berkomentar banyak perihal insiden ledakan bom ini. Dirinya cuma menyebut terduga pelaku ledakan juga menjadi korban saat ini masih dirawat dan akan menjalani operasi. Selebihnya lagi dia tak mau berspekulasi karena peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Tim Penjinak Bom atau Jibom Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab ledakan. Masyarakat sabar ya. Tunggu hasil penyelidikannya seperti apa,” kata Kapolda Kang Asep ‘Sniper’ lagi.
Sejumlah mobil Tim Jibom Polda Metro Jaya memang terlihat bersiaga di depan sekolah. Juga ada petugas gabungan bersenjata yang berjaga di lokasi tersebut.
Bom 3, Meledak 2

Ledakan bom di Masjid SMAN 72 Jakarta
Seorang siswa SMAN 72 kelas XI, Sela yang oleh beberapa awak media coba dimintai keterangannya menjelaskan, dalam peristiwa ledakan ini aparat keamanan juga menemukan senjata laras panjang saat penyisiran. Sedangkan tentang bom yang meledak, dia menyebut ada tiga bom rakitan ditemukan tapi cuma dua yang meledak.
*Saya sih, menduga bom tersebut dibawa masuk ke dalam sekolah oleh seorang siswa yang acqp dirundung atau dibully oleh siswa lain yang juga senior dia. Siswa ini saya duga ingin balas dendam setelah itu bunuh diri,” jelas Sela.
“Saya juga lihat kok, ketiga jenis bom rakitan yang dibawa masuk. Tapi ga meledak semua. Cuma dua yang to term ngejeger,” imbuhnya lagi.
Menurutnya, bom meledak saat imam menutup khotbah dan mau berlanjut iqamah. Beruntung posisinya ada di selasar masjid sehingga aman tak kena ledakan.
“Tapi baju saya jadi kotor karena menolong teman,” ucapnya menandaskan. (Bembo)



