Silaturahmi Malam Hari Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Pendidikan dan Pelayanan Publik dengan Pola 3 M Mendengar, Mencatat, Mencari Solusi Terhadap Masalah di Lingkungan

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin didampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin, Asisten Pemerintahan Prasetio Kurniawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bakwan F.Ginting, para Kasudin, Kabag, Wakil Camat Sawah Besar Andre Ravnic, Dewan Kota Dede Sulaiman dan Lurah Karang Anyar Matani melaksanakan silaturahmi malam hari dengan warga Kelurahan Karang Anyar di Lapangan Futsal RW 02 Sawah Besar Jakarta Pusat, Selasa (11/11) malam.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan, kegiatan silaturahim di malam hari ini merupakan wadah untuk bertukar pikiran, berbagi informasi serta menjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat terkhusus warga Kelurahan Karang Anyar.

“Pada malam hari ini, kehadiran saya didampingi oleh kekuatan penuh dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat, hadir para Asisten, para Kasudin, Kasuban, Kabag serta yang lainnya. Ini bagian dari cara kita untuk anjangsana menyambangi warga dengan Mendengar, Mencatat, dan Mencari (3M) solusi terhadap masalah dinamika yang berkembang di wilayah Kelurahan Karang Anyar,” ujar Arifin.
Arifin menuturkan, ada beberapa hal yang disampaikan warga Kelurahan Karang Anyar mulai dari sanitasi, saluran, pendidikan, wifi dan sertifikasi tanah.
“Ini semua harus kita bersama-sama carikan solusinya, ada yang secara langsung bisa ditangani oleh pemerintah kota atau juga langsung ditangani dan bereskan di tingkat kecamatan. Tetapi ada poin-poin juga yang disampaikan yang memang harus ada koordinasi dengan sektor di tingkat yang lebih tinggi yaitu provinsi dan juga melakukan rapat koordinasi bersama instansi eksternal agar dapat dicarikan solusi,” ungkapnya.

“Intinya, yang bisa diselesaikan di tingkat kelurahan atau kecamatan tadi sudah dikatakan harus lebih cepat. Tetapi kalau harus ke tingkat provinsi, tadi sudah saya tugaskan segera rapat koordinasi dalam waktu satu minggu ke depan agar ada solusi yang kita bisa dapatkan dengan rapat koordinasi semacam itu,” katanya menjelaskan lagi.
Ia pun memberikan langsung nomor handphone pribadinya dan bisa dihubungi setiap saat jika masyarakat memiliki permasalahan yang perlu penanganan pemerintah.
“Tidak boleh ada batas antara pemimpin dan warganya. Makanya, saya berikan nomor handphone karena pertemuan-pertemuan itu pasti ada batasan waktunya dan tempatnya tapi handphone itu tidak ada batas waktunya dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi, dengan pertemuan ini harapannya adalah mereka menjadi mata dan telinganya walikota,” tegasnya lagi.
Kalau ada masalah apa-apa, ia mengimbau, bisa laporan ke saya dan bisa lebih cepat ditangani. “Karena, tugas pemerintahan itu melayani masyarakat jadi saya berikan nomor handphone supaya masyarakat bisa melakukan pengaduannya secara langsung kepada wali kota, Silaturahmi malam hari ini akan terus digelar di tiap kelurahan dan saya akan hadir sendiri, tidak diwakilkan,” ungkapnya.

Kemudian Arifin menuturkan, pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan daerah. Ia meminta seluruh pihak, baik orang tua maupun tokoh masyarakat, untuk memastikan tidak ada anak yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi atau lainnya.
Di lain sisi, ia juga menyinggung peran penting perempuan dalam pembangunan daerah. “Saya mengajak kaum perempuan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar dapat berperan aktif di berbagai bidang,” tandasnya.
Penulis: Fari. K



