Buktikan dengan Gaya Peran Aktif Dukung Program Asta Cita, Polri Proyeksikan Sekolah Unggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo saat memberikan sambutan di acara Open Ceremony SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Komitmen penuh Polri untuk berperan aktif mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, terlebih lagi soal agenda percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, kembali ditegaskan untuk yang kesekian kalinya. Dan kali ini, yang menjadi vokalis dari penegasan itu adalah Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Turut juga mendampingi Wakapolri Dedi sebagai vokalis pada momen ini Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, para Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, PJU Polda Jabar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor, dan tokoh lintas agama serta masyarakat sekitar.
Momen penegasan ini disenandungkan vokalis Komjen Pol Dedi saat memberikan sambutan di acara pelaksanaan topping off atau tahap akhir penyelesaian struktur utama bangunan Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda yang berkapasitas 976 jamaah, serta groundbreaking atau peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketiga acara ini juga jadi penyerta dari rangkaian kegiatan pembangunan sekolah tersebut.
Disuarakan Wakapolri Dedi, kiprah dan eksistensi SMA KTB itu tak cuma sekadar menjadi sebuah sekolah saja. Tapi juga menjadi pusat pembinaan karakter generasi muda. Pembentukan karakter ini menjadi bentuk figurasi pondasi utama pembentukan generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global.
Sebagai sekolah unggulan, SMA KTB sudah diplot untuk menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang diakui secara global. Dengan kurikulum ini, para siswa dibekali standar pembelajaran kelas dunia yang memberi penekanan pada karakter, kemampuan analisis kritis, kreativitas, juga kompetensi abad ke-21. Kurikulum ini juga satu ketukan nada dengan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan yang jadi pondasi moral SMA KTB untuk mencetak generasi unggul.
“SMA KTB fokus membangun karakter sebagai kunci keberhasilan SDM. Hal ini juga seirama dengan pemikiran Amartya Sen, Martin Luther King Jr. Dan sebagai arena untuk praktik, Jepang dan Singapura adalah pilihannya,” terang Wakapolri Dedi, Kamis, (13/11).
Selanjutnya, Wakapolri Dedi juga menyoroti pentingnya kualitas manusia sebagai aktor penentu kemajuan bangsa. Dia mengatakan, sumber daya alam yang melimpah tak kan berarti apa-apa tanpa ada manusia yang unggul. Karena itu, Indonesia butuh generasi muda yang seperti itu. Yang bisa membawa bangsa ini melompat jauh menjadi negara maju. Seperti Singapura, contohnya.
“Singapura adalah contoh negara yang bisa menjadi negara maju meski sumber daya alamnya minim,” cetusnya.
Agar lebih jelas lagi, Wakapolri Dedi kemudian membeberkan data perbandingan global jumlah mahasiswa asing di universitas elite Negeri Paman Sam untuk diketahui. Dia mengatakan, Tiongkok saja mengirim hampir 134.000 mahasiswa untuk belajar di Harvard, Massachuset, Boston dan sejumlah universitas elite dan bergengsi lainnya di Amerika Serikat. Kemudian India 90.000 dan Vietnam 30.000. Masih jauh dibandingkan dengan Indonesia yang kuantitinya masih di bawah 10.000.
Data ini jelas menunjukkan betapa urgensinya Indonesia buat memutuskan langsung tancap gas menggeber pembangunan sekolah-sekolah unggulan, sebagaimana amanah prioritas dalam bab Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Animo High Extraordinary

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo memimpin kegiatan topping off gedung Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, dan peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama di lingkungan SMA KTB Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Untuk sekolah unggulan SMA KTB sendiri ditargetkan sudah bisa beroperasi saat tahun ajaran baru 2026 dimulai. Progres pembangunan fisik sekolah terus dikebut guna mencapai target tersebut. Hingga 10 November 2025, tahapan pembangunan fisik sudah berada di poin 18,796 persen, sedikit di atas poin target 18,047 persen.
Pencapaian ini patut disyukuri mengingat adanya hambatan saat proses seperti pasokan material dan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir. Tapi Wakapolri Dedi tetap still yakin seluruh fasilitas itu bisa diselesaikan tepat waktu dan beroperasi penuh pada Mei 2026.
Terlebih animo dan antusiasme masyarakat yang ingin memasukkan anaknya untuk menuntut ilmu di sekolah ini sangat high extraordinary. SMA KTB sekarang sudah punya deposit 120 siswa angkatan pertama yang terpilih dengan saringan seleksi ketat 11.000 pendaftar. Namun karena animo masyarakat yang begitu tinggi, angka seleksi pendaftar tersebut kini sudah diup ke 15.000 sebagai respon akomodir.
Dan bila merujuk ke dashboard pendaftaran per 12 November 2025, terlihat sudah ada 722 calon peserta didik yang masuk. Dan rata-rata nilai akademik mereka adalah Matematika 88,5, IPA 88,8 dan Bahasa Inggris 89,3. Sementara untuk tingkat kecerdasan yang dimiliki, poin IQ mereka rata-rata berada di angka 130.
Mereka ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Dari Pulau Jawa dengan enam provinsi sudah ada 368 pendaftar. Sumatera dengan 10 provinsi sebanyak 161 pendaftar, Kalimantan dengan lima provinsi 71 pendaftar, Sulawesi dengan enam provinsi 91 pendaftar, Bali 21 pendaftar dan Papua dengan enam provinsi 15 pendaftar. (Bembo)



