
Parkir motor di atas trotoar Jalan Falatehan kawasan sekitar Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Asep Sofyan Afandi)
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Ironi, di tengah upaya Pemerintah Provinsi Jakarta terus menata, dan membangun trotoar lebar serta rapi dengan maksud memberikan hak bagi para pejalan kaki agar nyaman, namun malah berubah jadi area parkir roda dua (motor) termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di sejumlah titik Jalan Falatehan sekitar kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pantauan progresifjaya.co.id, saat matahari tepat di atas kepala sebelum hujan mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya, tampak deretan sepeda motor rapi berjajar di atas trotoar jalan, Senin (17/11/2025).
Petugas parkir berseragam biru dengan tulisan juru parkir di punggung sibuk mengatur kendaraan yang keluar masuk, dan tak tampak terlihat satupun juru parkir liar di area tersebut.
Sejumlah orang di tempat kuliner yang sedang makan minum siang bersama rekannya, mengaku terbantu dengan adanya juru parkir resmi. “Kalau siang lebih enak, jelas ada jukir resmi, pakai seragam biru Dishub. Tarifnya juga sesuai, mobil Rp5 ribu sejam pertama. Jadi enggak ada yang maksa-maksa bayar seenaknya,” tuturnya kepada progresifjaya.co.id.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di atas trotoar Jalan Falatehan sekitar kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Asep Sofyan Afandi)
Meski begitu, kata dia, penataan parkir masih menyisakan masalah lain. “Kendaraan memang tertib, tapi trotoarnya jadi penuh parkiran. Orang akhirnya jalan di pinggir jalan raya, agak bahaya juga kalau jam-jam ramai begini. Tapi juga gak ada pilihan lain selain parkir di trotoar, soalnya jalan di sini kan kecil,” katanya membenarkan kondisi demikian.
Hal serupa sempat pula dirasakan para pengunjung kafe maupun tempat kuliner yang berlokasi di sekitar Jalan Falatehan Raya (seputaran Peruri), bahwa siang hari suasana parkir lebih kondusif. “Kalau motor Rp2 ribu sejam pertama, tadi saya bayar lewat jukir, enggak ribet, aman. Cuman ya trotoarnya susah dipakai jalan, karena sebagian kepakai parkir, sebagian lagi ketutup pedagang,” imbuhnya.
Suasana sekitar kawasan Blok M tepatnya di sekitar Jalan Falatehan di jam makan siang atau masuk istirahat memang memperlihatkan ketertiban parkir. Tidak ada jukir liar, tarif parkir sesuai aturan, dan petugas berseragam hadir memastikan kendaraan tertata. Namun di balik itu, wajah lain masih tampak trotoar yang semestinya milik pejalan kaki, kini terdesak oleh kendaraan dan pedagang kaki lima.
Sementara itu, sejumlah pekerja kafe dan tempat kuliner menuturkan, karena di tempat merekas bekerja tidak ada area parkir, maka dengan terpaksa motornya parkir di atas trotoar tepat di depan sekitar tempatnya bekerja. “Kami sudah biasa parkir di atas trotoar, selama ini tidak ada masalah,” imbuhnya.
Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi



