MEGAPOLITAN

Silaturahmi Malam Hari Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Pola 3 M Mendengar, Mencatat, Mencari Solusi dan Harus Empati dalam Berkolaborasi Melayani Masyarakat

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin didampingi , Asisten Pemerintahan Prasetio Kurniawan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bakwan F.Ginting, para Kasudin, Kabag, Camat Kemayoran Dicky Suherlan, Dewan Kota Nasirman Chaniago dan Lurah Kebon Kosong Arbi Novianto melalukan silaturahmi malam hari dengan warga Kelurahan Kebon Kosong di Aula Masjid Akbar, Jakarta Pusat, Selasa (18/11) malam.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan, kegiatan silaturahim di malam hari ini merupakan wadah untuk bertukar pikiran, berbagi informasi serta menjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat terkhusus warga Kelurahan Karang Anyar.

“Pada malam hari ini, kehadiran saya didampingi oleh kekuatan penuh dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat, hadir para Asisten, para Kasudin, Kasuban, Kabag serta yang lainnya. Ini bagian dari cara kita untuk anjangsana menyambangi warga dengan Mendengar, Mencatat, dan Mencari (3M) solusi terhadap masalah dinamika yang berkembang di wilayah Kelurahan Kebon Kosong. Jadi kita hadir di sini belanja masalah,” ujarnya.

Arifin menuturkan, ada beberapa hal yang disampaikan warga Kelurahan Kebon Kosong mulai dari pendidikan dan masalah lingkungan

“Ini semua harus kita bersama-sama carikan solusinya, ada yang secara langsung bisa ditangani oleh pemerintah kota atau juga langsung ditangani dan bereskan di tingkat kecamatan, tetapi ada poin-poin juga yang disampaikan yang memang harus ada koordinasi dengan sektor di tingkat yang lebih tinggi yaitu provinsi dan juga melakukan rapat koordinasi bersama instansi eksternal agar dapat dicarikan solusi,” katanya menjelaskan.

“Intinya, yang bisa diselesaikan di tingkat kelurahan atau kecamatan tadi sudah dikatakan harus lebih cepat. tetapi kalau harus ke tingkat provinsi tadi sudah saya tugaskan segera rapat koordinasi dalam waktu satu minggu ke depan agar ada solusi yang kita bisa dapatkan dengan rapat koordinasi semacam itu,” sambungannya lagi.

Ia memberikan langsung nomor handphone pribadinya dan bisa dihubungi setiap saat jika masyarakat memiliki permasalahan yang perlu penanganan pemerintah.

Tidak boleh ada batas antara pemimpin dan warganya, kata Arifin, makanya saya berikan nomor handphone karena pertemuan-pertemuan itu pasti ada batasan waktunya dan tempatnya tapi handphone itu tidak ada batas waktunya dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

“Jadi dengan pertemuan ini harapannya adalah mereka menjadi mata dan telinganya walikota. Kalau ada masalah apa-apa bisa laporan ke saya dan bisa lebih cepat ditangani. Karena tugas pemerintahan itu melayani masyarakat jadi saya berikan nomor handphone supaya masyarakat bisa melakukan pengaduannya secara langsung kepada wali kota, dan harus ada empati dalam berkolaborasi melayani masyarakat,” tandasnya.

Penulis/Editor: Fari. K

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *