INTERNASIONAL

Didahului Konflik dan Drama, Akhirnya Fatima Bosch Fernandez Dinobatkan sebagai Miss Universe 2025

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Fatima Bosch Fernandez dari Mexico dinobatkan sebagai Miss Universe 2025, setelah hampir seluruh dewan juri memilihnya dalam perlehatan akbar Miss Universe ke-74 yang digelar di Nonthaburi, Thailand, Jumat (21/11). Sementara wakil dari Indonesia Sanly Liu jauh tertinggal di belakang dan tidak masuk dalam 30 besar finalis dari 130 negara yang ikut dalam ajang pemilihan wanita tercantik dunia itu.

Lain halnya dengan Miss Palestina. Meski baru pertama kali mengirim perwakilan di ajang ini, Nadeen Ayoub, berhasil membawa negaranya untuk masuk 30 besar, tepatnya di posisi 26. Wanita cantik dengan kulit sawo matang itu, bahkan mengalahkan rivalnya Melanie Shiraz dari Israel yang tidak masuk dalam 30 besar, sama dengan Miss Indonesia Sanly Liu.

Terpilihnya Fátima Bosch menjadi Miss Universe 2025 ini tidak datang begitu saja, melainkan banyak konflik yang menderanya. Pasalnya beberapa minggu sebelum malam puncak, muncul insiden besar yaitu konfrontasi dengan Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil. Dia mengkritik Fátima secara publik karena menuduhnya tidak berpartisipasi dalam konten promosi untuk Thailand.

Dalam siaran langsung, Nawat menuduh Fátima tidak “mendukung segalanya tentang Thailand”, dan bahkan menyebutnya “dumbhead” atau“bodoh”. Namun Fátima, dengan berani, membela diri dan menyatakan bahwa “tidak ada wanita yang pantas diperlakukan tidak hormat.” Bahkan Fatima mengancam akan mengundurkan diri dari gelanggang Miss Universe itu, jika Nawat tidak meralat kata-katanya itu.

Ketika insiden itu terjadi, beberapa kontestan, bahkan juara sebelumnya, melakukan walkout sebagai bentuk solidaritas terhadap Fátima. Hal tersebut menjadikan kontes kecantikan dunia itu tidak berjalan mulus. Atas hal tersebut akhirnya Nawat meminta maaf kepada seluruh peserta kontes Miss Universe itu hingga ajang pemilihan ratu sejagat itu terus berlangsung sampai grand final, meski ada seorang juri yang mengundurkan diri.

Atas terpilihnya Fatima Bosch, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memberi dukungan kepada Fátima dengan menyebutnya sebagai contoh wanita yang berani berbicara dan berdiri teguh. Sementara reaksi publik di Meksiko sungguh membanggakan kepada Fatima. Sebab, di panggung internasional, banyak yang melihat ini sebagai simbol perubahan peran kontes kecantikan, bukan hanya ajang glamor, tetapi juga forum suara dan pemberdayaan.Kemenangannya mungkin akan membuka jalan bagi generasi ratu kecantikan yang lebih vokal, tegas, dan berfokus pada nilai-nilai sosial.

Publik menyampaikan bahwa kemenangan Fátima Bosch sebagai Miss Universe 2025 bukan hanya soal mahkota dan panggung megah — ini adalah kemenangan keberanian. Ia menghadapi hinaan, konflik, dan tekanan, namun tetap berdiri teguh pada prinsipnya. Kemenangannya mengingatkan bahwa kekuatan seorang perempuan tidak hanya terletak pada penampilannya, tetapi juga pada suara, integritas, dan kemampuannya untuk memperjuangkan apa yang benar.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *