
Dr Masdi Sp.P., FISR., dokter spesial penyakit paru-paru. (Foto: Din)
progresifjaya.co.id, KAB. BOGOR – Dr Masdi Sp.P., FISR., spesial penyakit paru-paru menerangan bahaya perokok pasif dan aktif di kalangan masyarakat. Perokok aktif lebih rentan terkena penyakit paru-paru. Penyakit paru-paru atau TBC dapat menyerang siapa saja dalam organ tubuh orang tersebut.
“Penyakit paru-paru ada berbagai katagori TB paru, kulit, kelenjar tulang, mata dan kelamin pun dapat terkena. Ketika masuk dalan pernafasan kita, terutama bagi perokok asap kan merusak silia saluran pernafasan. Kalau silia lumpuh, pernafasan akan masuk bakteri berkolobasi berakibakan TBC. Masyarakat perokok bukan menyebabkan TBC tapi meningkatkan terkena TBC. Disebabkan asap rokok yang masuk ke paru-paru menyebabkan TBC getah bening dimana tergantung masyarakat imun yang rendah,” ujar Dr Masdi kepada progresifjaya.co.id di Klinik AkuQuit RSUD Bakti Pajajaran.
Penyakit TBC diharuskan pengobatan selama enam bulan, kata Dr Masdi dan tidak boleh berhenti. Itu bakteri yang khusus dan tahan asam. Masa pembelahanya cukup lama selama 12 jam, selama pembelahan bakteri untuk pembunuhan bakteri di saat pembelahan.
Dalam penelitian kedokteran untuk membunuh bakteri tersebut, pasien dianjurkan berobat selama enam bulan serta minum obat selama itu pula. Pasien yang terkena TBC berhenti selama sebulan akan dianalisa kembali. Bakteri tersebut apakah akan kebal obat yang berikan untuk pasien TBC,” jelasnya.

Dr Masdi Sp.P., FISR., dokter spesial penyakit paru-paru. (Foto: Din)
Ia pun menyampaikan, bahwa pihak RSUD Bakti Pajajaran sudah membuka klinik AkuQuit dimana masyarakat diberi indukasi tentang pencegahan penyakit TBC. Contoh, akupunktur, terapi dan memberikan pengganti nikotin.
Menurut Dokter Masdi Sp.P, .FISR., indukasi yang sinterapkan pihak RSUD Bakti Pajajaran belum maksimal. Di sebab mereka mendatangi klinik AkuQuit berharap dapat berhenti merokok dengan pengobatan pengganti nikotin.
“Klinik AkuQuit telah dibuka secara online oleh Bupati Rudy Susanto ketika ada kegiatan pada 12 Maret 2024 lalu,” katanya.
Ia kembali menjelaskan, pihak RSUD Bakti Pajajaran terus mengadakan pembenahan dalam bidang peralatan serta pengobatan. Itu pun baru dilakukan penerimaan pasien belum lama ini. Khusus poli paru sekitar lima orang.
“Wacana RSUD Bakti Pajajaran akan tetap terus memberi indukasi dan motivasi ke masyarakat. Mereka tidak perlu khawatir mendatangi klinik AkuQuit yang sudah tersedia. Untuk masyarakat belum mengetahui bagaimana pencegahan dan motivasi yang terbaik, hidup sehat tanpa merokok. (Din)



