Kebakaran Hebat 7 Gedung Apartemen di Hongkong: 128 Tewas, 79 PMI Masih Belum Jelas Keberadaannya

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda 7 gedung apartemen di Hongkong tiga hari lalu menyebabkan 128 orang tewas, termasuk sejumlah petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api. Dari data yang dilaporkan, terdapat 7 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) ikut tewas.
Konsulat Jenderal RI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 WNI tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar Rabu (26/11). Dalam laporannya yang disampaikan Sabtu (29/11), KJRI Hong Kong menuturkan data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan, 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen tersebut merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik yang tinggal dan bekerja sebagai ART.
“Dari jumlah tersebut, 61 orang diantaranya telah berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya; termasuk WNI/PMI korban meninggal. Sementara itu, 79 WNI/PMI lainnya masih terus diverifikasi keberadaan dan kondisinya,” bunyi pernyataan KJRI Hong Kong.
Dari delapan gedung apartemen yang ada, tujuh di antaranya ludes terbakar pada Rabu siang hingga malam waktu setempat. Hingga kini, kebakaran dilaporkan telah menewaskan 128 orang, termasuk tujuh WNI itu Puluhan korban lain yang selamat mengalami luka serius termasuk satu WNI. Untuk 79 PMI yang terdata tinggal dan bekerja di apartemen tersebut masih belum diketahui nasibnya, karena mereka belum melapor ke KJRI tetang keberadaannya pasca terbakarnya apartemen tua tersebut.
KJRI Hong Kong sejauh ini telah ikut mengirim tim ke lapangan untuk mengidentifikasi WNI terdampak peristiwa ini dan mendistribusikan sejumlah bantuan darurat, hingga mendirikan posko kedaruratan. “Turut menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat guna menjaring informasi keberadaan dan kondisi WNI/PMI yang mungkin terdampak.”
Hingga kini, otoritas Hong Kong masih menyelidiki penyebab kebakaran terbesar dalam beberapa dekade terakhir ini, yang melanda salah satu permukiman padat penduduk ini.
Terdapat sekitar 2.000 unit apartemen dalam delapan gedung kompleks ini. Menurut laporan media local, sekitar 4.000 lebih orang tinggal di kompleks apartemen ini dengan banyak dari mereka merupakan lansia. Makanya banyak ART PMI yang bekerja di apartemen tersebut umumnya mereka merawat para lansia.
Apartemen yang terbakar hebat itu memang sudah cukup tua, dibangun pada 1983 dan terdiri dari delapan gedung tinggi dengan 1.984 unit apartemen. Dari 8 gedung, 7 gedung yang terbakar. Namun hanya tiga yang ludes dilalap si jago merah, 4 gedung lainnya tidak semuanya terbakar masih bisa dipadamkan. Pada saat terjadi kebakaran besar itu, memang rumah susun itu sedang direnovasi, karena berdiri sudah hampir 40 tahun lalu.
Tai Po merupakan daerah pinggiran kota Hong Kong yang berbatasan dengan Tiongkok daratan, dan dihuni sekitar 300.000 penduduk. Menurut sensus 2021, hampir 40 persen dari 4.600 orang di apartemen itu lanjut usia atau berusia 65 tahun ke atas. Pada saat kebakaran terjadi, para korban selamat tidak mendengar alarm kebakaran, sehingga mereka mengetuk pintu satu per satu untuk memperingatkan orang-orang.
Editor: Isa Gautama



