Pemkot Bekasi Antisipasi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi: Tetapkan Darurat Bencana hingga April 2026

progresifjaya.co.id, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengambil berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstrem, bencana banjir, dan tanah longsor termasuk menetapkan status siaga darurat bencana hingga April 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim siaga banjir untuk bersiap siaga di sejumlah lokasi rawan genangan.
“Kita tingkatkan kewaspadaan, tim siaga banjir kita lebih responsif, gorong-gorong kita evaluasi lagi, kita perbaiki, dan kita hadapi musim hujan dengan antisipasi,” kata Idi usai mengikuti apel di Pemkot Bekasi, Senin (8/12/2025).
Idi menjelaskan, BMSDA telah menyiapkan ratusan personel yang siap siaga di lapangan. Tim tersebut dilengkapi dengan peralatan memadai untuk menangani genangan air di berbagai titik.
“Tim siaga banjir kita ada tiga ratusan orang, siap on call. Jadi di mana pun titik-titiknya, dan kita juga untuk antisipasi banjir punya beberapa unit pompa mobile,” jelasnya.
Idi menyebutkan, Pemkot Bekasi memiliki sekitar 30 unit pompa mobile untuk diturunkan ke lokasi-lokasi rawan genangan, yang telah disiagakan di beberapa titik strategis, termasuk stasiun dan wilayah yang kerap tergenang saat hujan deras.
Selain menyiapkan peralatan, BMSDA juga aktif memberikan informasi kesiapan antisipasi banjir melalui media sosial. Setiap kali hujan turun, kondisi pompa di rumah pompa seperti di Caman dan IKIP akan dibagikan secara real-time.
“Setiap hujan sekarang bisa dilihat di medsos kita untuk pompa di Caman, di IKIP, di mana titik-titik rumah pompa. Kita pasti on dan kita share di medsos,” katanya.
Apel kesiapsiagaan melibatkan jajaran perangkat daerah, TNI, dan Polri rutin digelar untuk memastikan koordinasi dan kesiapan personel serta peralatan. Lebih dari 50 unit perahu karet telah disiagakan di berbagai lokasi rawan banjir untuk keperluan evakuasi jika diperlukan.
Kewaspadaan ditingkatkan dan tim siaga banjir diminta untuk lebih responsif dalam menangani potensi bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor). (Jamins)




