BERITA UTAMA INTERNASIONAL

Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney: 16 Wisatawan Tewas Diberondong Dua Teroris Anti-Semitisme

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Sebanyak 16 wisatawan di Pantai Bondi, Sydney yang menghadiri Festival Yahudi dilaporkan tewas dibrondong senjata laras panjang oleh dua pria yang oleh Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese sebagai serangan teroris anti-Semitisme. Semula Korban tewas di tempat 12 orang dan belakang bertambah 4 lainnya meninggal di rumah sakit. Sedangkan yang mengalami luka dilaporkan mencapai 40 orang.

Aksi penembakan massal pada Ahad (14/12) kemarin dilakukan oleh dua teroris yang menargetkan perayaan “Hanukkah By the Sea”. Salah satu pelaku yang terindentifikasi bernama Naveed Akram tewas dalam baku tembak dengan polisi. Satu pelaku lainnya ditahan dalam kondisi kritis. Kepolisian Australia menganggap penembakan massal itu sebagai serangan teroris berencana, karena sejumlah perangkat mencurigakan yang diyakini sebagai bahan peledak rakitan ditemukan di sebuah mobil diparkir di dekat pantai.

PM Albanese berjanji akan memberantas kebencian, kekerasan, dan terorisme di negaranya. “Terjadi insiden teroris yang menghancurkan di Bondi pada perayaan Hanukkah By the Sea. Ini adalah serangan yang ditargetkan pada warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman. [Serangan ini adalah] tindakan anti-Semitisme yang jahat, terorisme yang telah menyerang jantung bangsa kita,” kata Albanese.

Selama serangan tersebut, salah satu pelaku disergap oleh seorang warga yang merebut senjatanya. Hal itu terlihat dalam video viral di media sosial. Penyerang yang dilucuti senjatanya itu mundur ke rekannya, dan tampaknya mendapatkan senjata cadangan darinya. Menurut rekaman video, saksi mata tersebut mengalami setidaknya dua luka tembak saat mencoba melarikan diri.

Media lokal mengidentifikasi pria yang dianggap pahlawan tersebut sebagai pemilik toko buah berusia 43 tahun dan anggota komunitas Muslim setempat. Dia dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa.

Serangan tersebut mengakibatkan kematian Eli Schlanger, asisten rabi di Chabad Bondi dan salah satu penyelenggara acara Hanukkah. Schlanger adalah pendukung kuat Israel di tengah konflik di Gaza, berulang kali melakukan perjalanan ke sana untuk bertemu dengan pasukan Israel. Beberapa utusan Chabad lainnya termasuk di antara yang terluka, demikian konfirmasi seorang juru bicara Chabad Israel.

Sementara itu, seorang warga Israel marah-marah di lokasi serangan dan mengecam PM Albanese. Dia berbicara kepada media di tepi pantai sementara para korban terlihat di latar belakang menerima perawatan. Dia memulai dengan mengkritik respons terhadap protes pro-Palestina yang terkenal di Gedung Opera Sydney. “(Mereka berkata) bunuh orang Yahudi, pemerintah kita tidak melakukan apa pun,” katanya, yang menolak diidentifikasi, sebagaimana dilansir news.com.au, Senin (15/12).

Sementara itu, Dewan Imam Nasional Australia menyatakan solidaritasnya terhadap komunitas Yahudi Australia, termasuk ke para korban dan keluarga yang menjadi sasaran penembakan di Pantai Bondi. “Kami menyampaikan dukungan dan simpati terdalam kepada komunitas Yahudi Australia selama masa sulit ini,” demikian pernyataan organisasi Muslim besar di Australia tersebut.

“Meskipun serangan ini menargetkan komunitas Yahudi, pada kenyataannya ini adalah serangan terhadap kita semua, termasuk komunitas Muslim,” lanjut pernyataan tersebut, dikutip CNN.

Organisasi itu juga menyatakan seluruh komunitas Muslim dengan tegas mengutuk semua serangan terhadap warga sipil. Mereka menegaskan antisemitisme, yang diungkapkan lewat kebencian, pelecehan, dan kekerasan yang ditujukan kepada komunitas Yahudi, tidak memiliki tempat di mana pun.

“Kekerasan dan terorisme tidak memiliki tempat di masyarakat kita, dan menargetkan orang-orang yang tidak bersalah merusak keamanan, martabat, dan kesatuan bangsa kita,” lanjut pernyataan tersebut. Dewan juga mendesak komunitas Muslim dan para perwakilannya untuk menghubungi tetangga, teman, dan kolega Yahudi mereka untuk memberikan dukungan di masa sulit ini.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *