MEGAPOLITAN TRENDING

Tangsel Dijuluki Kota Sampah, Benyamin: Sampah Tidak Terangkut karena Penataan TPA Cipeucang Belum Rampung

progresifjaya co.id, TANGERANG – Heboh lagi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Kali ini masalah sampah yang jadi perbincangan di media sosial dan media daring, hingga Wali Kota Benyamin Davnie harus menjelaskan masalah yang timbul, karena sudah sangat meresahkan warga. Bagaimana tidak, sampah-sampah yang menumpuk di pinggir jalan protokol kawasan Ciputat, Pamulang dan Serpong menjadikan pemandangan kumuh, disamping menimbulkan aroma bau busuk yang menyengat bila melewati jalan-jalan protokol tersebut. Terutama di sekitar Pasar Ciputat.

Kondisi kumuh wajah Kota Tangsel memang sangat mencoreng nama Pemda setempat yang seolah tidak peduli dan tidak bisa menanggulangi masalah sampah sudah kian menjadi darurat. Jadi tidak heran belakangan ini banyak netizen di medsos menyebut atau menjuluki Tangsel menjadi ‘Kota Sampah’ yang kumuh. Padahal di kota tersebut terkenal dengan yang namanya kawasan pemukiman elit Bumi Serpong Damai (BSD) dan Gading Serpong. Tidak itu saja, kawasan teknologi tinggi BRIN juga berada di Kota Tangsel.

Sampai hari Minggu (14/12), tumpukan sampah masih menggunung di sudut, pinggir jalan dan bahkan di tengah trotoar pembatas jalan. Utamanya di sepanjang jalan Dewi Sartika, jalan Otista dan di bawah flyover Pasar Ciputat. Juga di kawasan Serpong dekat Puskesmas. Meski sampah itu berada di dalam kantong-kantong plastik kresek, bau busuk yang menyengat sangat menusuk hidung. Hal ini tentu sangat menggangu aktifitas warga, hingga mereka mengeluhkan tentang penanganan sampah tersebut yang dibiarkan berhari-hari menggunung tidak diangkut.

Lama tidak muncul memberi klarifikasi masalah sampah yang dikeluhkan warga, akhirnya Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie buka suara soal tumpukan sampah yang menggunung di beberapa ruas jalan protokol dan beberapa kawasan lainnya. Diungkapkan Benyamin, tumpukan sampah yang berada di beberapa titik, lantaran tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang tengah ditata. “TPA Cipeucang sedang dalam tahap perbaikan dan penataan konstruksi timbunan sampahnya, jadi beberapa hari belakangan sampah tidak bisa masuk terlebih dahulu,” ujarnya dikutip Senin (15/12).

Benyamin kemudian menjelaskan, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah melakukan percepatan penanganan di TPA Cipeucang. Dia memastikan penanganan TPA Cipeucang rampung bulan ini. Menurut Benyamin, sejumlah langkah penanganan tengah dilakukan pihaknya, seperti penataan terasering, pembangunan landfill, pembebasan lahan untuk pembangunan Material Recovery Facility (MRF), hingga persiapan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“PSEL sudah kita ajukan dan masih nunggu tahap berikutnya dari kementerian lingkungan hidup,” jelas Benyamin seraya menambahkan pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lainnya untuk pembuangan sampah seperti di Kabupaten Tangerang, Kota Bogor, serta Kota Serang.

Sementara belum rampungnya penataan TPA Cipeucang, Pemerintah Kota Tangsel menangani sementara tumpukan sampah yang menggunung itu dengan cara ditutupi terpal dan disemprot cairan antibau secara rutin untuk menekan aroma busuk. Salah satunya di bawah flyover Ciputat. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Bani Khosyatullah. Langkah tersebut sebagai upaya cepat sambil memastikan pengangkutan dan pengelolaan sampah kembali berjalan optimal. “Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Bani menjelaskan penyemprotan tersebut memakai cairan ramah lingkungan. Cairan itu berfungsi menekan aroma tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan area sekitar tumpukan sampah. Petugas tetap disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah teknis di lapangan terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi agar lebih tertib dan aman,” jelasnya.

Pemkot Tangerang Selatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan mendukung upaya penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang saat ini masih terus dilakukan. “Kami mohon dukungan masyarakat. Dengan kolaborasi bersama, persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap dan berkelanjutan,” tambahnya.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *