Blusukan Tanpa Bagi-bagi Sembako: Presiden Kaget, Warga Tinggal Berdesakan di Pemukiman Kumuh Pinggir Rel KA

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mempunyai gaya tersendiri dalam blusukan ke pemukiman rakyatnya di pinggir rel kereta api Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Dengan pengawalan terbatas, presiden tidak memberitahu siapapun, termasuk pejabat setempat. Bahkan mobil kepresidenan Maung Garuda pun tidak digunakan. Prabowo hanya naik mobil biasa lalu berjalan kaki di tepi pemukiman penduduk yang berada di bantaran sepanjang rel.
Namun warga yang mengenali presidennya, langsung menyambut dengan antusias. Sambil berjalan mereka mengerubungi Prabowo bersalaman dan minta foto hingga membuat Paspamres ekstra waspada dengan banyaknya warga mendekat tanpa batas pengamanan. Kegiatan blusukan mendadak ini dinilai sungguh berani dilakukan oleh orang nomor satu di Indonesia.
Tidak seperti presiden atau pejabat tinggi lainnya yang membagi-bagi sembako saat melakukan kegiatan blusukan ke suatu daerah atau wilayah. Prabowo yang melenggang dengan tangan kosong tampak kaget melihat masih banyak warganya yang susah tinggal berdesakan di pemukiman kumuh di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Oleh karenanya, presiden langsung menginstruksikan kepada instansi terkait untuk membangun rumah-rumah layak huni bagi warga sekitar di dekat pemukiman tersebut. Belakangan diketahui Prabowo menitipkan amplop masing-masing Rp 2 juta kepada setiap kepala keluarga yang bermukim di bantaran kereta api.
Gayung pun bersambut, PT KAI (Persero) menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan inventarisasi kawasan dan warga yang tinggal di sekitar jalur rel sebagai bentuk pengamanan area perkeretaapian. KAI mendukung instruksi presiden berkoordinasi dengan sejumlah kementerian.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan Presiden di kawasan bantaran rel sekitar Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3). Bobby menyebut inventarisasi permukiman warga bagian dari pengamanan area.
“KAI mendukung instruksi Presiden melalui inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel dan pengamanan area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, serta dengan kementerian dan pihak lainnya untuk langkah jangka panjang,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis dilansir Antara, Jumat (27/3).
Bobby mengatakan untuk kawasan Pasar Senen, KAI akan melakukan pengecekan dan kajian lanjutan sebagai tahap awal, yang kemudian diperluas ke titik lainnya di sepanjang jalur kereta api. Penataan kawasan bantaran rel untuk menghadirkan hunian yang layak sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. “Penataan permukiman di sekitar jalur rel menjadi bagian penting untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api,” kata Bobby.

Sementara Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang bersama presiden dan sekaligus pengawalnya mengungkapkan, Presiden sebenarnya mau ‘menyamar’ saat blusukan ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat. Teddy menyebut Prabowo bahkan sudah memakai mobil biasa dengan pengamanan terbatas. “Ya dadakan dan mau nyamar rencananya, pakai mobil biasa dan sedikit sekali Paspampres, ternyata warga kaget dan antusias menyambut beliau,” ujar Teddy, dikutip Jumat (27/3).
Teddy bercerita Prabowo menyamar dengan tidak menggunakan mobil Maung Garuda yang biasa dipakainya meninjau ke beberapa lokasi. Namun, kata Teddy, warga tetap mengetahui dan antusias menyambutnya.
Kegiatan Prabowo blusukan ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen dilakukan ingin melihat permukiman warga di sekitar lokasi. “Iya betul, Pak Presiden tadi sore tiba-tiba mendadak ingin melihat warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api di daerah Senen,” kata Teddy.
Warga di lokasi kaget dengan kedatangan Prabowo. Warga, kata Teddy, terharu karena baru pertama kali kawasan tersebut didatangi presiden. “Tadi banyak warga yang kaget dan menyampaikan baru kali ini ada Presiden yang datang ke daerah itu,” ujarnya.
Di lokasi, Teddy mengungkap Prabowo mendengar aspirasi warga. Prabowo berjanji akan segera membangun hunian layak untuk warga sekitar. “Pak Presiden ingin membangunkan rumah layak untuk warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api, 3 km dari pusat kota Jakarta,” ujarnya.
Editor: Isa Gautama



