
Kasi Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Boby Arvianto.
progresifjaya.co.id, DEPOK – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kota Depok untuk musim haji 1447 H/2026 dipastikan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh jemaah disebut telah siap, baik dari sisi fisik maupun kelengkapan dokumen.
Kasi Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Boby Arvianto menyampaikan bahwa saat ini para calon jemaah hanya tinggal menunggu waktu keberangkatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Insyaallah calon jemaah haji sudah siap semua. Tinggal menunggu waktu keberang katan saja. Untuk Depok, jadwal keberangkatan awal itu tanggal 22 April 2026,” ujar Boby saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/5/2026).
Sebagai bagian dari persiapan akhir, ia menerangkan, Pemerintah Kota Depok bersama Kantor Kementerian Agama akan menggelar manasik haji tingkat kota pada 5 April 2026 di Masjid Dhuyufurrahman Terminal Jatijajar. Kegiatan ini menjadi tahap pemantapan bagi para jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dalam manasik tersebut, jemaah akan mendapatkan pembekalan terkait regulasi, kebijakan pemerintah, hingga kondisi terkini di Timur Tengah. “Kalau manasik tingkat kota sudah dilaksanakan, maka jemaah tinggal menunggu proses keberangkatan,” jelas Bobi.
Sementara berbagai persiapan teknis juga terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Pihak Kantor Kementerian Agama telah menggelar rapat bersama panitia daerah, Pemerintah Kota Depok, Dinas Perhubungan, hingga aparat kepolisian.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” katanya.
Terbagi dalam 6 Kloter, Satu Kloter Gabungan
Untuk musim haji tahun ini, jemaah asal Kota Depok akan terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter), yaitu:
Kloter 2
Kloter 12
Kloter 18
Kloter 21
Kloter 26
Dari total tersebut, lima kloter merupakan kloter penuh jemaah asal Depok. Sementara kloter 21 merupakan kloter gabungan bersama jemaah dari Kabupaten Bogor.
Dalam manasik terakhir nanti, selain pembekalan teknis ibadah, para jemaah juga akan mendapatkan edukasi terkait layanan kesehatan. Kegiatan ini akan melibatkan Dinas Kesehatan guna memastikan kondisi jemaah tetap prima.
Boby juga mengimbau agar para jemaah tidak terpengaruh oleh isu konflik di Timur Tengah yang dapat memicu kecemasan. “Jangan berpikir macam-macam soal konflik. Pikiran seperti itu bisa mengganggu kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa aspek keikhlasan dan kesiapan mental menjadi hal penting dalam menjalankan ibadah haji.
Tahun ini, kata dia, calon jemaah haji Kota Depok memiliki rentang usia yang cukup beragam. Jemaah termuda tercatat berusia 18 tahun, sementara yang tertua mencapai 84 tahun. Informasi terkait jemaah termuda dan tertua di setiap kloter nantinya juga akan diumumkan saat proses pemberangkatan.
Terkait situasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, pihak Kantor Kementerian Agama memastikan bahwa keberangkatan jemaah masih sesuai rencana.
“Insyaallah tetap berangkat. Kita menunggu kebijakan dari pemerintah, dan itu yang nanti akan kami sampaikan ke jemaah,” pungkas Bobi. (Agus Tanjung)



