Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Kota, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Perketat Penertiban Parkir Liar dan Pedagang Kaki Lima

progresifjaya.co.id., JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin didampingi Wakil Walikota Jakarta Pusat Eric Pahlevi Z.Lumbun, Asisten Pemerintahan Prasetio Kurniawan dan Kasatpol PP Jakarta Pusat Purnama menggelar Rapat Koordinasi Terbatas di Ruang Rapat Wali Kota, Blok A Lantai 2, Jalan Tanah Abang I No.1 Gambir, Selasa (7/4).
Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dihadiri para Kasudin, Camat, Kasatpol, Kasatpel Dishub Kecamatan dan Kabag ini membahas penanganan berbagai pengaduan masyarakat yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Pusat dan sekitarnya. Mulai dari parkir liar, kendaraan yang melintas di atas trotoar, pelanggaran lawan arus, hingga aktifitas pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar dan badan jalan.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan bahwa persoalan-persoalan tersebut menjadi perhatian utama pemerintah kota karena berdampak langsung terhadap ketertiban dan kenyamanan ruang publik.

“Banyak aduan masyarakat terkait parkir liar, kendaraan naik trotoar, hingga PKL yang berjualan di badan jalan. Ini menjadi tugas bersama, khususnya Satpol PP dan Dishub, untuk melakukan penertiban di lapangan. Satpol PP dan Dishub memiliki peran operasional dalam penegakan aturan di lapangan,” tegasnya.
Arifin menyampaikan koordinasi lintas wilayah tetap menjadi kunci, sehingga peran Camat sebagai koordinator wilayah dinilai sangat penting. Camat harus mampu mengidentifikasi dan mengendalikan titik-titik rawan pelanggaran di wilayah masing-masing, seperti kantong parkir liar dan lokasi PKL yang melanggar aturan.
“Camat memiliki fungsi koordinasi yang harus memastikan wilayahnya tetap tertib. Kita ingin Jakarta Pusat ini lebih rapi, lebih tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Arifin menambahkan, upaya penertiban akan terus ditingkatkan dengan sinergi antarinstansi, guna mewujudkan tata kota yang lebih baik serta menekan angka pelanggaran di ruang publik.
Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga ketertiban kota sebagai bagian dari komitmen menciptakan Jakarta yang lebih tertata.
“Jaga Jakarta dengan ketertiban. Semua titik pelanggaran harus bisa kita tertibkan,” tandasnya.
Penulis/Editor: Fari. K



