EKONOMI & BISNIS NUSANTARA

DPMPTSP Lebak Dorong Hilirisasi Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

Analis Kebijakan Madya Dinas DPMPTSP Kabupaten Lebak, Robertus Erwin.

progresifjaya.co.id, LEBAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Banten, mendorong hilirisasi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mempercepat penanganan kemiskinan di daerah itu.

“Kami berharap semua potensi kekayaan sumber daya alam yang ada itu, bisa diolah dan diproduksi di daerah sendiri, karena memberikan nilai tambah pendapatan ekonomi,” kata Analis Kebijakan Madya Dinas DPMPTSP Kabupaten Lebak, Robertus Erwin di kantornya, Rabu (8/4/2026).

Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong pengembangan kawasan industri hijau dan ramah lingkungan seluas 10.000 hektare tersebar di 13 kecamatan.

Kawasan industri tersebut berkonsep hilirisasi ekonomi khususnya untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang memiliki beragam juga didukung lahan yang sangat luas untuk peningkatan nilai tambah produk.

Kekayaan alam itu beberapa produk potensial yang dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan hilirisasi di Kabupaten Lebak dari hasil komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan pertambangan.

Dengan demikian, produk hilirisasi itu dapat diolah dan diproduksi di daerah sendiri, karena memiliki nilai tambah ekonomi itu.

Di antaranya industri Virgin Coconut Oil (VCO), industri Crude Palm Oil (CPO), industri ikan tuna cakalang tongkol (TCT) kaleng, industri olahan udang, industri jagung (tepung maizena), dan pengembangan industri karet (ban kendaraan).

Analis Kebijakan Madya Dinas DPMPTSP Kabupaten Lebak, Robertus Erwin.

Selain itu juga komoditas singkong bisa diproduksi tapioka, termasuk komoditas kopi, coklat dapat dikelola oleh industri.

Saat ini, perusahaan pemerintah daerah setempat kini menampung gabah petani lokal untuk diproduksi beras melalui Rice Milling Unit (RMU), sehingga kedepannya bisa memasok beras ke luar daerah,” katanya.

Menurut dia, pengembangan hilirisasi tersebut memberikan kemudahan proses perizinan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak, terlebih sekarang proses perizinan sangat mudah melalui digitalisasi secara online.

Kehadiran investor tersebut dipastikan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat juga lapangan pekerjaan dan mempercepat pengendalian kemiskinan yang menjadi agenda prioritas Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.

“Kami berharap kawasan industri yang mengembangkan produk hilirisasi itu dapat menjadikan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Kabupaten Lebak,” ucap Robertus.

Robertus menyebutkan, pengembangan kawasan industri di Kabupaten Lebak ditopang adanya pembangunan sarana infrastruktur jalan tol Serang – Panimbang juga Commuterline Rangkasbitung – Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga terdapat proyek strategis nasional di antaranya Kota Baru Maja dan Bendungan Karian.

“Kami meyakini dua atau empat tahun ke depan wilayah Lebak akan dibanjiri investasi dalam negeri maupun investor asing untuk pengelolaan hilirisasi, karena adanya kemudahan transportasi itu,” ungkapnya. (R. Rencong)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *