Lemkapi Apresiasi Bareskrim Polri yang Berhasil Ungkap 755 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

Direktur Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Saputra Hasibuan.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Polda jajaran berhasil mengungkap 755 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi sepanjang periode tahun 2025 hingga April 2026 di 33 provinsi di Indonesia. Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 672 tersangka ditangkap dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,26 triliun (terdiri dari Rp516,8 miliar BBM subsidi dan Rp749,2 miliar LPG subsidi).
Pengungkapan 755 kasus yang merugikan negara sebesar Rp1,2 triliun ini mendapat apresiasi yang besar dari Direktur Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Saputra Hasibuan. Dia berharap, pencapaian besar Bareskrim Polri ini bisa menjaga stabilitasi harga BBM dan elpiji bersubsidi sehingga perekonomian tetap kondusif.
“Kita harapkan tentunya stabilitasi harga BBM dan elpiji bersubsidi tetap terjaga berkat operasi besar-besaran ini,” ujar Edi Hasibuan di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Diakuinya, peran Polri dalam menjaga stabilitas harga BBM dan elpiji memang sangat krusial. Terlebih saat ini kelangkaan ketersediaan BBM sedang jadi sorotan dunia akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang membuat Selat Hormuz ditutup oleh Iran.
“Blokade Selat Hormuz oleh Iran membuat dunia krisis energi. Tapi kita percaya kehadiran Polri bisa menjaga menjaga stabilitas perekonomian nasional,” ujar pria kelahiran 13 April 1968 yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri bidang hukum kepolisian dan kriminologi ini.

Staf Ahli Kapolri bidang hukum kepolisian dan kriminologi, Edi Saputra Hasibuan bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Sebelumnya, Wakabareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan perkara ini diungkap sepanjang 2025 hingga awal 2026. Pengusutan perkara ini dilakukan sebagai bentuk mencegah gangguan di tengah krisis energi akibat dampak konflik global yang terjadi.
Dalam pengungkapan tahun 2025, barang bukti yang disita adalah 1.182.388 liter jenis solar, jenis Pertalite sebanyak 127.019 liter dan gas 3 kilo sebanyak 17.516 tabung.
Kemudian gas 5,5 kilogram sebanyak 516 kilogram, gas 12 kilogram sebanyak 4.945 tabung, gas 50 kilogram sebanyak 422 tabung, kendaraan roda 4 dan roda 6 sebanyak 353 unit.
Pada 2026, periode Januari hingga April bisa diungkap kasus di 97 TKP dengan jumlah tersangka sebanyak 89 orang. Sementara untuk rincian barang bukti yang disita pada periode tersebut adalah solar sebanyak 112.663 liter, gas 3 kilogram sebanyak 7.096, gas 5,5 kilogram sebanyam 425 tabung.
Kemudian gas 12 kilogram sebanyak 3.113 tabung dan gas 50 kilogram sebanyak 315 tabung. Sebanyak 79 unit kendaraan roda 4 maupun roda 6 yang digunakan sebagai alat melakukan kejahatan juga turut disita. (Bembo)



