Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota Berhasil Karungin Dua Bandit Penipu Kelas Curanmor

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol R.M Jauhari (atas). Proses penangkapan bandit penipu curanmor, Snake MS alias Boy (bawah).
progresifjaya.co.id, KOTA TANGERANG – Dua bandit penipu kelas pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dikarungin Tim Opsnal Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota. Kedua bandit penipu yang dikarungin itu adalah MS alias Boby sebagai eksekutor dan TA alias Bokir sebagai penadah.
Sebagai snake yang berarti pelaku penipu pencurian, MS alias Boy juga terbilang master grifter atau penipu ulung dalam aksinya. Dia punya beragam modus yang licin untuk mengibuli korbannya agar bisa mendapatkan kendaraan bermotor.
Mulai dari modus meminjam kendaraan korban sampai melakoni akting berpura-pura menawarkan pekerjaan sembari melihat peluang kelengahan dan kepercayaan dari target korbannya.
Tapi yang sering dia gunakan adalah modus meminjam motor korban dengan berbagai alasan. Setelah didapat motor pun dibawa kabur. Sementara tricy modus penipuan dengan berpura-pura menawarkan pekerjaan dia lakukan lewat chattingan media sosial. Setelah si Snake MS alis Boy berhasil membangun kepercayaan, kendaraan si korban akan bisa dia kibuli dan kuasai untuk selanjutnya dijual kepada TA alias Bokir yang jadi penadah.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari dalam pernyataannya kepada awak media mengatakan,
pengungkapan aksi dua bandit penipu ini merupakan buah dari penyelidikan yang intensif berdasarkan laporan dari masyarakat. Dalam pemeriksaan, diduga kuat mereka sudah beraksi di minimal 30 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang ada di wilayah Tangerang Raya dan Jakarta Barat.
“Sejumlah barang bukti penting yang mendukung proses penyidikan seperti beberapa unit sepeda motor berbagai jenis, satu unit mobil dan pelat nomor kendaraan sudah berhasil kami sita. Juga telepon genggam yang menjadi alat komunikasi pelaku. Barang bukti ini akan jadi kunci untuk mengungkap seluruh jaringan,” jelas Kapolres Kombes Pol R.M Jauhari, Minggu, 12 April 2026.
Dikatakannya juga, dalam setiap aksinya Snake MS alias Boy juga diketahui lihai untuk memanfaatkan kelengahan korban lewat pertemanan langsung atau dari media sosial. Setelah kendaraan hasil kejahatan didapat, langsung dia jual ke penadah TA alias Bokir dengan harga jauh di bawah pasaran.
Menariknya, tak cuma berperan sebagai penadah, TA alias Bokir ternyata juga berperan sebagai suporter untuk mendukung kejahatan MS alias Boy. Setiap kali hendak beraksi, TA alias Bokir selalu memberikan uang operasional kepada MS alias Boy sebagai bentuk dukungan.
“Jadi kuat diduga keterlibatan TA alias Bokir sebagai penadah di kasus ini juga menunjukkan adanya jaringan terorganisir di balik kasus ini,” ucap Kapolres R.M Jauhari.
Penyidik saat ini masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh jaringan curanmor ini, termasuk mengidentifikasi korban lainnya. Tujuan utama dari pendalaman ini adalah mengembalikan barang bukti kepada para korban yang telah dirugikan oleh aksi kejahatan Snake MS alias Boy dan TS alias Bokir.
Kapolres R.M Jauhari menegaskan,
pihaknya tidak akan berhenti pada penangkapan dua pelaku ini. Pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan lain yang terlibat, termasuk pihak-pihak yang membantu penjualan kendaraan hasil kejahatan.
Sementara mengingat maraknya kasus curanmor dengan modus penipuan, dia menyampaikan imbauan ke masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tak mudah meminjamkan kendaraan kepada orang yang belum dikenal secara dekat.
Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, dengan tegas juga diimbau agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat. Atau bisa juga dengan memanfaatkan layanan call center kepolisian 110 agar laporan segera ditindaklanjuti. (Bembo)



