Netizen Bongkar Harga Produk Mirip Motor Listrik Operasional MBG, Ternyata Dibanderol Cuman Rp 7 Juta

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Jagat media sosial kembali dibuat riuh setelah muncul temuan mengejutkan terkait unit motor listrik yang digunakan untuk operasional program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan soal performanya, melainkan soal harga aslinya di negara asal yang ternyata jauh di bawah ekspektasi.
Program yang dibanggakan Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian di media sosial. Konten kreator Arya Pamungkas mengungkapkan dugaan adanya mark up pengadaan motor listrik untuk operasional SPPG yang disebut selisih harga cukup jauh.
“Nah ini baru kasus mark up guys. Kasus Amsal Sitepu yang viral kemarin nggak ada apa-apanya,” ujar Arya dikutip dari videonya, Senin (13/4).
Dalam pernyataan resminya, Kepala BGN, Dadan Hindayana menegaskan bahwa harga pengadaan motor listrik untuk operasional dapur MBG adalah Rp42 juta per unit.
Pihak BGN mengklaim harga Rp42 juta tersebut sudah di bawah harga pasar untuk spesifikasi yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan anggaran tahun 2025. Motor yang digunakan dikabarkan bermerek Emmo, yang merupakan motor listrik untuk keperluan operasional.
Muncul narasi di media sosial Arya Pamungkas (seperti tangkapan layar Alibaba) yang menunjukkan motor serupa berharga Rp7 juta – Rp10 jutaan. Netizen ramai membahas perbedaan drastis antara harga beli pemerintah (Rp42 juta) dengan harga pasar/impor yang lebih murah.
“Ternyata, motor listrik MBG yang katanya dibanderol Rp 42 juta, netizen udah nemu motor aslinya di Alibaba, impor dari China Rp 10 juta,” kata Arya.
Ia bahkan menyebut, nama produk yang diduga identik dengan motor tersebut. “Hebat! Nama motornya, Kolter ES1 X Pro. Dan setelah saya tanyakan ke AI untuk perbandingan speknya, dua-duanya banyak yang identik,” katanya menjelaskan.
Aryo juga menghitung potensi selisih harga jika dikalikan dengan jumlah pengadaan. “Ini asli gila, benar-benar. Bayangin 21 ribu motor kali margin profit Rp 30 jutaan, Rp 600 miliar,” bebernya.

Harga di Alibaba (Global)
Motor: Kollter ES1-X Pro
Harga: Rp6.968.232
Skema: Beli langsung (belum termasuk ongkir & pajak)
Status: Dijual bebas ke seluruh dunia.
Harga di Indonesia (Klarifikasi BGN)
Motor: Emmo JVX GT
Harga OTR: Rp42.000.000
Skema: Termasuk sewa baterapi
Sumber: Klarifikasi resmi Kepala BGN
Sejumlah netizen pun berkomentar beragam
“Motor China cuma 7 jutaan, dijual ke negara 42 juta. Ini namanya korupsi berjamaah!” — @netizen1
“Coba cek Kollter di Google, persis sama. Indonesia cuma ganti stiker doang.” — @netizen2
“TKDN 48,5% dari mana? Batre dari China, motor dari China, cuma stiker yang buatan Indonesia?” — @netizen3
“DPR harus panggil BGN dan Emmo. Jangan sampai uang rakyat mengalir ke kantong pribadi.” — @netizen4
“Pabriknya aja misterius, gak jelas produksi apa. Kasihan rakyat.” — @netizen5
Selain motor, ia juga menyinggung dugaan mark up pada pengadaan perangkat lain seperti tablet dan atribut.
“Ini belum ngomongin pengadaan tablet Samsung aktif seharga Rp 9 jutaan yang dibanderol Rp 18 jutaan. Diambil untung dua kali lipatnya,” Aryo mengungkapkan.
“Belum kaos kaki dan baju atribut yang harganya miliaran. Padahal sama sekali bukan esensial untuk program gizi penuntasan stunting anak,” sambung dia.
Lebih jauh, Aryo mendorong adanya audit menyeluruh terhadap program MBG dan Badan Gizi Nasional. “Guys kita harus viralkan ini. Untuk minta segera audit MBG dan BGN ini. Siapa yang mengajukan, siapa yang menyetujui, siapa yang mencairkan, siapa pemilik perusahaan-perusahaan rekanan, pengadaan dan lain-lain,” pungkasnya.
Editor: Hendy



