PENDIDIKAN

MAN 1 Lebak Gunakan Kurikulum Berbasis Cinta Cegah Degradasi Moral

progresifyaya.co.id, LEBAK – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten menerapkan kurikulum berbasis cinta untuk mencegah degradasi moral yang bisa menghancurkan generasi bangsa.

Kepala MAN 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak Dudi Rafiudin di ruang kerjanya mengatakan, Jumat, (24/10/2025), mengatakan, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) itu merupakan kebijakan Kementerian Agama yang bertujuan untuk mencegah siswa terjadi degradasi moral, seperti perkelahian, pemerkosaan, bullying, narkoba, pelecehan seksual, minuman keras dan merokok di lingkungan sekolah.

Penerapan KBC terdapat tiga pendekatan antara lain peningkatan karakter, ramah lingkungan dan akademisi.

“Dengan pendekatan itu diharapkan dapat mencetak siswa yang memiliki karakter, berakhlak mulia, religius dan menjungjung tinggi nilai-nilai patriotisme kebangsaan.”ucapnya.

“Kita minta ketiga pendekatan itu bisa menjadikan pembiasaan di sekolah, sehingga dapat menanamkan karakter, kecerdasan, cinta sesama manusia dan tanah air,” sebutnya.

Kasi Kurikulum MAN 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak Dena Yemin Meisendi mengatakan pihaknya hingga kini sudah 100 persen penerapan KBC disosialisasikan di sekolah yang melibatkan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.

Namun, jumlah guru di sini yang sudah mengikuti pelatihan KBC itu sekitar 10 persen. Bahkan, hari ini (Jumat, red) sejumlah guru mengikuti pelatihan KBC di Surabaya, Jawa Timur.

Penerapan KBC tersebut dapat membangun hubungan yang harmonis antar-siswa juga guru dan siswa, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan alam sekitar.

Kurikulum ini dapat mewujudkan sikap kasih sayang, saling menghormati, kerja sama, dan gotong royong antar siswa dan tenaga pendidik.

“Saya kira KBC ini bersinergi antarsiswa dan guru yang menjadi panutan dan punya tanggung jawab terhadap pembentukan karakter siswa, sehingga suasana pendidikan diwarnai dengan cinta, bukan kekerasan,” imbuhnya.

Menurut dia, kurikulum MAN 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak menerapkan kurikulum nasional, namun pihaknya berkolaborasi KBC Kemenag serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Saat ini, jumlah siswa MAN 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 588 orang dengan 19 rombongan belajar (rombel),” katanya.

Kurikulum Berbasis Cinta itu ditargetkan mulai diimplementasikan secara terbatas pada tahun ajaran 2025/2026.

“Kami berharap penerapan kurikulum ini dapat mencegah degradasi moral di tengah era globalisasi itu,” terangnya. (R. R)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *