BERITA UTAMA NASIONAL

Dinilai Asbun dan Asal Ngomong: Kalangan Pers dan Elemen Masyarakat Kecam Pengacara Hotman Paris

progresifjaya.co.id, JAKARTA — Asal bunyi (asbun), asal ngomong dan asal bacot, itulah julukan Advokad sombong dan sok kaya, Hotman Paris Hutapea. Tingkahnya yang petantang petenteng, belakangan ini membuat publik jengah. Apalagi saat diketahui pengacara yang sebelumnya kondang itu menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Ardiansyah, tersangka kasus korupsi dan TPPU.

Lagaknya yang sok akrab dengan Presiden Prabowo, berani-beraninya dia menyalahkan Kapolri cq Kortas Tipidkor yang mentersangkakan kliennya tidak minta izin dulu kepada presiden.

Tidak itu saja, kelakuannya yang sok jago juga telah merendahkan martabat wartawan saat jumpa pers usai tersangka Febrie diperiksa penyidik di Kejagung, Jakarta, Jumat malam (18/7). Hotman bilang kepada wartawan yang menanyakan tentang penggeledahan di rumah Febrie di Sentul City, Bogor. “Lu punya otak gak” dan “Tanya kakekmu… shut up” ketika ditanya mengenai dugaan adanya ‘hidden’ agenda di balik penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka.

Hotman juga menyebut wartawan sebagai “pengecut” apabila tidak berani mempertanyakan langsung kepada Polri mengenai penanganan perkara yang menjerat kliennya.

Atas hal itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam keras kalimat-kalimat yang dilontarkan dengan nada tinggi oleh pengacara yang sering pamer cicin berliannya itu.

Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) juga mengecam keras sikap Hotman Paris yang dinilai tidak profesional dan merendahkan profesi wartawan itu. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menegaskan, kalimat-kalimat yang dilontarkan Hotman sangat tidak pantas dan menciderai kebebasan pers yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

Meskipun narasumber memiliki hak untuk tidak menjawab, kalangan Pers Forum tersebut mengingatkan agar etika komunikasi tetap dijaga dan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas verifikasi harus dihormati.

Kecaman keras juga banyak dilontarkan berbagai lembaga dan organisasi tentang nama Presiden Prabowo yang dibawa-bawa Hotman dalam kasus korupsi dan TPPU eks Jampidsus Febrie Ardiansyah. Dari kalangan praktisi hukum, akademisi, mahasiswa hingga anggota DPR-RI dan kalangan partai politik.

Terbaru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengkritik pernyataan Hotman yang menyeret Presiden Prabowo Subianto dalam kasus hukum terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah itu.

Ketua DPP Partai Gerindra, Bambang Haryadi mengaku mengecam tudingan Hotman. Dia menegaskan Presiden yang sekaligus Ketua Umum Partainya, tak pernah mengintervensi proses hukum.

“Gerindra menyayangkan statement Hotman Paris yang mengaitkan kasus mantan Jampidsus dengan presiden Prabowo. Ini sangat tidak benar, dan bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo tentang pemberantasan korupsi,” kata Bambang yang juga sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra di DPR, dikutip Minggu (19/7).

Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung juga mengecam pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menuding Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menetapkan mantan Jampidsus FA sebagai tersangka tanpa izin Presiden Prabowo. Dia menilai narasi tersebut sangat tendensius dan dapat mengganggu independensi penegakan hukum di Indonesia.

“Penetapan tersangka eks Jampidsus  dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam hal ini Polri, tentu sudah melalui tahapan proses yang panjang mulai dari penyelidikan hingga penyidikan yang komprehensif berlandaskan alat bukti serta ketentuan aturan hukum dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” katanya dikutip  dalam rilis yang diterima, Minggu (19/7).

Masih banyak kritik dan kecaman di tayangan video maupun podcast di media sosial terhadap Hotman yang asal ngomong dan asbun itu. Pada umumnya mereka memandang pengacara yang mengaku kaya raya itu, sering membuat narasi-narasi keliru atau kontradiktif.

Meskipun demikian, Hotman seolah menunjukan pengacara paling hebat, karena videonya sering viral dan ditanggapi banyak pihak yang berwenang. Padahal sesungguhnya, tidak demikian. Bahkan ada yang bilang cemen dan mereka muak dengan pernyataan pengacara tersebut. “Sebaiknya kita boikot sajalah,” kata seorang yang memperlihatkan muka sebel.

“Pernyataannya plintat plintut. Kemarin-kemarin Hotman dukung dan apresiasi Polri yang geledah dan sita aset 74 kilogram, uang dolar Singapura dan AS senilai Rp 467 miliar di rumah Febrie di Sentul. Bogor. Eee…sekarang malah jadi pengacara Febrie dan menjatuhkan institusi Polri. Omongannya gak bisa dipegang, parah.”

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *