BERITA UTAMA KESEHATAN

Tak Punya Rasa Kemanusiaan: Tenaga Nakes Hujat Pasien BPJS Ngeluh 8 Jam Belum Dapat Kamar RS, Kini Meninggal Dunia

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Yurizal Tri Chaerawan cuma tulis dua kalimat di threads pada 22 Juli, sudah delapan jam menunggu belum dapat ruangan rawat inap. Dia sengaja nggak mau menyebutkan nama rumah sakit karena merupakan pasien BPJS.

Bukannya mendapat dukungan, kolom komentarnya dibanjiri hujatan, Sebagian besar datang dari akun yang diketahui milik tenaga kesehatan (nakes), dokter dan perawat.

Komentar hujatan bernada sadis ada yang menulis dengan menyuruh potong urat nadi biar cepat dapat ruangan, sampai ada yang bilang ruang jenazah selalu kosong cepat kalau mau pindah.

Komentar itu menuai kritik luas dari warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien yang sedang mengalami kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Sangat disayangkan seseorang berprofesi tenaga kesehatan sama sekali tidak punya rasa kemanusiaan, yaitu ketika seseorang kehilangan empati, kepedulian, dan kesadaran moral sehingga tega merendahkan, menyakiti, atau mengabaikan penderitaan sesama manusia.

Sembilan hari kemudian, 31 Juli 2026, Yurizal meninggal dunia. Sepupunya mengungkapkan, almarhum terlambat ditangani karena kondisinya sudah gawat. Menurut sahabatnya, Yurizal sempat membaca semua komentar itu sambil menangis di masa-masa terakhirnya.   

Kini satu persatu oknum nakes tersebut meminta maaf. Mereka mengakui ucapan yang disampaikan tidak mencerminkan empati maupun etika profesi tenaga Kesehatan.

Salah satunya Dokter Elda Putri Rahardini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentar yang dikaitkan dengannya di media sosial terhadap almarhum Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman publik.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui surat pernyataan yang diunggah di media sosial pada Selasa (4/8/2026). Dalam pernyataannya, Elda mengakui komentarnya tidak pantas dan tidak mencerminkan nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung seorang tenaga kesehatan.

“Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati,” tulis Elda.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum Yurizal, kerabat, instansi tempatnya mengabdi, serta masyarakat luas.

Dalam surat tersebut, Elda mengaku sangat menyesali komentar yang ditulisnya dan menyadari tindakannya tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika yang seharusnya dipegang seorang dokter.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Elda mengakui permintaan maaf itu tidak akan mampu menghapus rasa sakit, kekecewaan, maupun kemarahan yang muncul akibat komentarnya. Namun, ia berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam bersikap, termasuk saat menggunakan media sosial.

“Saya berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai teguran keras dan pembelajaran seumur hidup agar saya bisa menjadi pribadi dan tenaga medis yang jauh lebih bijak, berempati, dan menjaga tutur kata baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” ujarnya.

Ia juga menyatakan siap menerima kritik maupun konsekuensi atas tindakannya.

Gelombang permintaan maaf itu muncul setelah kabar meninggalnya Yurizal pada 31 Juli 2026 menjadi perhatian publik. Kematian Yurizal kemudian memicu diskusi luas mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial, empati terhadap pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS.

Terlepas dari penyebab sebenarnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sistem pelayanan kesehatan masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam aspek manajemen pelayanan rumah sakit kepada pasien BPJS dan masyarakat kurang mampu. Pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu memastikan tidak ada pasien yang terlantar akibat persoalan kapasitas layanan maupun tata kelola.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga almarhum Yurizal.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *