BERITA UTAMA MEGAPOLITAN

Calon Kades Gandasari Namin Bin Juen Fokus Menang, Prioritas Pemberdayaan Masyarakat

Massa pendukung calon Kades Gandasari, Namin Bin Juen usai pengambilan nomor urut calon.

progresifjaya.co.id, KAB. BEKASI – Calon Kepala Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Namin Bin Juen menegaskan pemberdayaan masyarakat akan menjadi program utama jika terpilih pada Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades Serentak 2026. Hal itu disampaikannya saat bertemu warga di salah satu kediaman pendukungnya, Minggu, 13 September 2026, dalam acara “Ngeliwet Bareng Calon Kades”.

Menurut Namin, membangun desa tidak cukup hanya dengan infrastruktur tetapi fondasinya harus dari SDM yang mandiri secara ekonomi dan sosial. “Saya ingin warga tidak ingin menjadi penonton tapi harus jadi pelaku pembangunan. Tetapi saat ini, kita fokus pada kemenangan,” ujar Namin.

Pertemuan dialogis antara warga dan pendukung Namin Bin Juen dilanjutkan dengan botram nasi liwet.

Salah satu tokoh masyarakat setempat yang juga sebagai pendukungnya, H. Heru menyampaikan, bahwa salah satu prioritas calon Kades Namin adalah pemberdayaan masyarakat khususnya dalam pengelolaan BUMDes. “Kita bisa memberdayakan UMKM supaya naik kelas, pemberdayaan pemuda dan Perempuan,” katanya.  

Pada pertemuan tersebut, banyak dialog dengan warga dan pendukungnya. Namin dengan cermat mendengarkan dan menjawab tegas untuk memfasilitasi semua aspirasi mereka jika dirinya terpilih.

Jangan Ada Perpecahan

Calon Kades Gandasari, Namin Bin Juen (duduk di bonceng menggunakan peci) usai pengambilan nomor urut calon.

Seperti diketahui, pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 di 154 desa dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Kepala desa terpilih akan menjabat delapan tahun atau masa bakti 2026-2034.

“Pilkades ini walaupun kita berbeda, tapi kita tetap saudara. Jangan sampai ada perpecahan, karena niat kita semuanya sama, membangun desa dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Asep Surya Atmaja saat menghadiri Deklarasi Damai Pilkades 2026 di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Jumat (11/9/2026).

Asep mengatakan, Pilkades merupakan bagian dari demokrasi tingkat desa yang menjadi ruang masyarakat menentukan pemimpin dan arah pembangunan.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal wajar dalam demokrasi sehingga calon kepala desa dan pendukungnya perlu menjaga hubungan kekeluargaan. “Ini bukan pertandingan, tapi perjalanan demokrasi. Jadi rileks saja, jangan sampai stres menghadapi tanggal 20,” katanya.

Para calon kepala desa juga diminta mengedepankan gagasan dan program tanpa melakukan tindakan yang dapat memicu perpecahan masyarakat.

“Bertarunglah secara sehat dan bermartabat. Kedepankan visi, misi, dan program kerja daripada menyebarkan ujaran kebencian atau hal-hal yang dapat memecah belah warga,” tegasnya.

Asep mengingatkan seluruh calon agar siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, baik ketika menang maupun belum memperoleh kepercayaan masyarakat. “Siap menang dengan rendah hati, siap kalah dengan berjiwa besar. Siapapun nanti yang terpilih adalah pilihan terbaik rakyat yang harus didukung bersama,” ungkapnya.

Selain calon kepala desa dan masyarakat, Asep menekankan pentingnya menjaga netralitas pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Pilkades 2026. “Untuk ASN, mulai dari camat dan seluruh ASN saya harapkan netral. Kalau terbukti tidak netral, pasti ada sanksi dari kita,” tegasnya.

Asep juga membuka ruang bagi panitia, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun pihak kecamatan untuk melaporkan penyelenggara atau ASN yang tidak menjaga netralitas. “Silakan panitia, BPD atau camat melaporkan apabila ada panitia yang memihak atau tidak netral, apalagi ASN, tentu akan kita berikan sanksi,” katanya.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *