
progresifjaya.co.id, KOTAWARINGIN BARAT – Lurah Raja Seberang, Yaumil Bahcin, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan perusakan tanaman kelapa sawit dan lahan siap tanam milik warga di kawasan Sungai Lingis, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Klarifikasi tersebut disampaikan Yaumil melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Rabu (16/9), setelah sebelumnya informasi mengenai dugaan kerusakan lahan tersebut beredar di sejumlah media.
Yaumil menjelaskan, dirinya baru dapat memberikan tanggapan karena sebelumnya mengalami kendala jaringan komunikasi. Ia menyebut sedang berada di lapangan untuk membantu melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kelurahan Raja Seberang.
Menurut informasi yang beredar, dugaan perusakan lahan tersebut terjadi menggunakan alat berat jenis ekskavator. Lokasi yang dipersoalkan disebut berada sekitar 500 meter dari tepian Sungai Arut dan secara administratif masuk wilayah Kelurahan Raja Seberang.
Terkait persoalan tersebut, Yaumil menyatakan menyayangkan apabila dugaan perusakan tanaman dan lahan milik warga tersebut memang benar terjadi.
Namun, ia menegaskan bahwa sampai saat ini pihak Kelurahan Raja Seberang belum menerima laporan maupun pengaduan resmi dari pihak mana pun terkait dugaan perusakan tersebut.
“Kalau memang ada permasalahan di lapangan, kami berharap dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan melalui musyawarah,” demikian penjelasan Yaumil dalam komunikasi dengan awak media.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, terlebih wilayah Kelurahan Raja Seberang saat ini tengah menghadapi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Yaumil mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir pihak kelurahan bersama unsur terkait memang lebih banyak memfokuskan kegiatan pada upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah seberang.
“Untuk saat ini mari kita bersama-sama fokus menangani Karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, ketika awak media meminta tanggapan lebih lanjut mengenai informasi adanya kegiatan pekerjaan lahan perkebunan yang diduga dilakukan oleh pihak koperasi di sekitar lokasi kejadian, termasuk mengenai nama koperasi yang disebut dalam informasi tersebut, Yaumil belum memberikan keterangan lebih lanjut melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, sejumlah warga yakni Akrius, Haji Butun, Simin, dan Kese disebut telah menyampaikan pengaduan kepada salah satu Mantir Adat Dayak Tomun terkait dugaan kerusakan pada kebun mereka.
Persoalan tersebut selanjutnya disebut akan dibawa melalui mekanisme adat. Namun, terkait substansi pengaduan, pihak-pihak yang terlibat masih perlu memberikan penjelasan dan bukti masing-masing agar persoalan tersebut dapat diketahui secara utuh dan berimbang. (Firman Muliadi)



