BERITA UTAMA

Tercatat 264 Orang Diduga Keracunan MBG, 228 Anak-anak dan 36 Dewasa: Sebanyak 176 Pasien Jalani Rawat Inap

progresifjaya.co.id, KOTA CIREBON – Sekitar 264 orang, termasuk ratusan murid dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, dan TK Teratai di Kota Cirebon, diduga mengalami keracunan massal pada Selasa, 20 Oktober 2026, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi sayur sop dan telur puyuh.

Sebanyak 264 pasien tercatat dalam rekapitulasi penanganan dugaan keracuan MBG di sejumlah rumah sakit di Cirebon, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 228 pasien merupakan anak-anak dan 36 lainnya dewasa. Data tersebut mencatat 176 pasien menjalani rawat inap, sedangkan 88 pasien lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan.

Rekapitulasi itu diterima pada Rabu (21/10/2026), mencakup delapan rumah sakit, di tengah penanganan sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (20/10/2026).

Banyaknya pasien yang membutuhkan penanganan medis menjadi perhatian setelah suasana di sejumlah instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit di Kota Cirebon ramai didatangi siswa bersama orang tua mereka.

Berdasarkan rekapitulasi yang tersedia, RS Ciremai mencatat jumlah pasien terbanyak, yakni 85 orang. Disusul RSD Gunung Jati sebanyak 71 pasien dan RS Putera Bahagia sebanyak 59 pasien. Sementara itu, RS Medimas mencatat 26 pasien, RS Cahaya Bunda 12 pasien, PAD lima pasien, serta RS Pelabuhan dan RS Sumber Kasih masing-masing tiga pasien.

Dari keseluruhan pasien tersebut, data mencatat 88 orang menjalani rawat jalan dan 176 orang menjalani rawat inap. Tidak ada pasien yang tercatat dalam kolom observasi pada rekapitulasi tersebut. Meski demikian, data itu belum merinci kondisi terkini setiap pasien maupun jumlah pasien yang telah diperbolehkan pulang. Waktu pendataan dan pembaruan terakhir rekapitulasi juga belum diketahui.

Operasional SPPG Kalijaga Lima Dibekukan

Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan anak usai mengonsumsi MBG di Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.  Peristiwa yang terjadi sejak Selasa (20/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026) ini memicu kepanikan warga, hingga pengamanan ketat oleh pihak kepolisian. Ini menjadi catatan panjang kasus keracunan MBG yang terjadi belakangan, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Kepanikan dan keprihatinan atas kondisi anak-anak membuat puluhan warga serta pemuda mendatangi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Harjamukti di Jalan Pramuka Penggalang pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB.  Massa berkumpul di depan pagar fasilitas pengolahan makanan bertuliskan ‘Makan Bergizi Hak Anak Indonesia’ tersebut untuk menuntut pertanggungjawaban.

Personel kepolisian segera diterjunkan ke lokasi guna memblokir area, menenangkan massa, serta mengamankan bangunan hingga situasi kembali kondusif.

Menanggapi insiden keracunan massal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan membekukan operasional SPPG Kalijaga Lima secara langsung sejak Selasa malam. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Cirebon Yulian Septa Pratama menyatakan bahwa langkah suspend diambil untuk mempermudah investigasi. Pemerintah juga memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan dan pengobatan para korban hingga pulih total.

Tim gabungan dari kepolisian dan dinas kesehatan telah mengamankan sampel sup telur puyuh dari dapur penyedia untuk dilakukan uji laboratorium guna mengidentifikasi kandungan bakteri atau zat berbahaya pemicu keracunan.

Di sisi lain, pihak manajemen RSD Gunung Jati meluruskan dan menepis kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya korban anak yang meninggal dunia.  Pihak rumah sakit menegaskan seluruh pasien dalam kondisi terpantau dan mendapat penanganan intensif dari tim medis. (Fii)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *