PROGRESIF JAYA

suara kita bersatu

EKONOMI & BISNIS TRENDING

Uang Pajak Dipakai Foya-foya di Luar Negeri: Logo Danantara Nongol di Pesta Mewah TIME100 Next New York

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Di saat rakyat diperas pajak dan harga kebutuhan pokok melambung, uang pajak rakyat justru dipakai foya-foya di karpet merah New York.

Skandal itu terungkap setelah logo Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia muncul di backdrop mewah TIME100 Next Gala 2026 di Pier 59, Manhattan, Amerika Serikat, pada 29 Oktober lalu. Logo Danantara berdiri sejajar dengan merek-merek raksasa dunia seperti Rolex, Toyota, dan Salesforce.

Di media sosial, foto karpet merah itu langsung meledak. Di Threads dan Instagram, warganet ramai-ramai membagikan bukti bahwa uang rakyat yang seharusnya untuk sekolah, rumah sakit, dan subsidi, malah dibakar untuk pencitraan di luar negeri.

“Ini bukti nyata uang pajak dipakai foya-foya di luar negeri,” tulis salah satu akun yang viral di Threads. “Rakyat disuruh berhemat, Danantara malah pesta di New York.”

TIME100 Next sendiri bukan acara gratis. Paket sponsorship internasional di level backdrop seperti itu ditaksir bernilai miliaran rupiah. Itu adalah uang yang berasal dari kantong rakyat, dari dividen BUMN yang seharusnya masuk ke negara.

Ironisnya, Danantara adalah sovereign wealth fund yang baru dibentuk dengan janji mengelola aset negara untuk kesejahteraan rakyat. Sovereign wealth fund adalah badan investasi milik pemerintah yang mengelola dana publik untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan atau aset jangka panjang.

Belum genap dua tahun Danantara berdiri, laporan keuangannya saja tidak pernah dipublikasi secara transparan, tapi sudah berani menghamburkan uang untuk nongkrong di pesta selebritas Amerika.

Bagi publik, ini adalah tamparan keras. Sementara UMKM menjerit karena pajak naik, para pejabat investasi justru sibuk foto-foto di karpet merah, minum champagne, dan berpose bersama artis Hollywood.

Klarifikasi murahan soal “in-kind” dan “non-finansial” tidak bisa lagi menipu rakyat. BPI Danantara Indonesia membantah bayar sponsorship. Managing Director Global Relations & Communications, Pahala N. Mansury, yang dikutip di banyak media, menjelaskan, pencantuman nama dan logo Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dalam TIME100 Next Gala 2026 di New York tidak melibatkan pembayaran sponsorship.

“Danantara tidak mengeluarkan dana ataupun mengalokasikan anggaran sponsorship untuk penyelenggaraan TIME100 Next Gala 2026,” katanya.

Penjelasan mereka: pencantuman logo adalah bagian dari skema dukungan non-finansial (in-kind) yang diberikan TIME, seiring penjajakan kerja sama untuk forum-forum internasional seperti TIME Davos Forum. Manfaat yang diklaim Danantara adalah exposure internasional dan kesempatan jadi pembicara di forum TIME.

Tetapi jangan bohongi rakyat yang sudah pintar. Mana ada event sekelas TIME memberikan slot logo secara cuma-cuma? Logika akal sehat rakyat sudah tidak bisa dibohongi.

Jika benar Danantara ingin menarik investasi, investasi apa yang datang dari pesta karpet merah? Yang datang hanya foto-foto untuk konten Instagram pejabat.

Rakyat menuntut audit total. Buka laporan keuangan Danantara ke publik. Jangan sampai uang pajak yang dikumpulkan dengan susah payah dari keringat rakyat kecil, berakhir hanya untuk membayar backdrop mewah di New York. (Red)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *