LIFE STYLE

Kabar Duka Menyelimuti Dunia Hiburan Indonesia: Aktor Legenda Preman Pensiun Epy Kusnandar Meninggal Dunia

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Aktor legenda Preman Pensiun Epy Kusnandar (61) meninggal dunia pada Rabu (3/12) pukul 14.24 WIB. Kabar duka itu diunggah istrinya Karina Ranau melalui instagramnya yang banyak dibanjiri ucapan dukacita mendalam atas berpulangnya Kang Epy.

Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan pada Kamis (4/12) pukul 08.00 WIB di TPU Jeruk Purut.

Selain warga net, sesama artis juga membanjiri unggahan di Instagram istri almarhum itu. Mereka mengucapkan turut berduka dan merasakan kehilangan sosok Epy Kusnandar di dunia hiburan Indonesia. “Selamat jalan Kang Epy,” ucap beberapa dari mereka yang berkomentar.

Epy Kusnandar kelahiran 1 Mei 1964 ini belakangan dikenal akrab oleh penggemarnya di seantero jagad raya sebagai Kang Mus di serial Preman Pensiun, sinetron yang ditayangkan di televisi beberapa tahun lalu. Padahal Almarhum sudah hampir 40 tahun malang-melintang di dunia seni peran.

Berbagai medium pun sudah dicicipi olehnya, mulai film, sinetron, FTV hingga web series. Ada berbagai karakter yang melekat pada sosok pria bertubuh kurus ini, salah satunya adalah Kang Mus atau Muslihat dalam sinetron Preman Pensiun. Beradu peran dengan almarhum Didi Petet, pria yang dia idolakan sejak masa sekolah, Epy justru makin memperlihatkan kematangan aktingnya.

Tujuh musim sudah ia bertahan di sana sebelum akhirnya terpaksa bungkus pada 2022. Namun ia masih dikenal sebagai Kang Mus oleh para penontonnya, khususnya warga Jawa Barat yang mengidolakannya sosok Kang Mus.

Menarik ke belakang, kecintaan Epy pada dunia film makin besar setelah ia lulus SMA dan memilih pindah ke Jakarta pada 1988. Datang tanpa modal apa-apa, ia pun sempat terpaksa harus mencicipi kerasnya ibukota dan tinggal di jalanan. Hingga pada 1989 ia akhirnya berkesempatan untuk kuliah di IKJ dan mulai aktif di sanggar teater Pantomim Sena Didi dan Teater Aristokrat. Sayangnya hari-harinya masih cukup berat dan kerjaan tak kunjung datang.

Bertahun-tahun berselang ia akhirnya baru mendapatkan proyek pertama yakni serial televisi bertajuk 1 Kakak 7 Ponakan (1996). Penampilannya di sana cukup ikonik hingga membawanya main bersama senior-seniornya dalam Petualangan Sherina (2000). Dari sinilah peran-peran mulai berdatangan padanya, tapi ia lebih dikenal sebagai karakter pendukung saja. Ia juga mulai mendapatkan peran utama dalam serial televisi Kejar Kusnadi (2005), namun sayang acara itu tak berjalan lama.

Ia juga tampil dalam sitkom Suami-Suami Takut Istri sebagai satpam di RT tersebut. Meski bukan main cast di sana, tapi lagi-lagi karakternya cukup mencuri perhatian. Dan akhirnya Epy pun berjodoh dengan Muslihat, karakter yang hingga kini begitu melekat padanya. Pada serial televisi garapan Aris Nugraha ini, sosoknya dipercaya sebagai bintang utama yang membawakan kisah hidup dari para preman di Bandung, Jawa Barat.

Televisi sepertinya memang menjadi medium yang lebih ‘ramah’ untuknya. Ia begitu dicintai oleh para penikmat televisi dan diberikan screentime yang cukup besar di sana. Hal ini dibuktikan dengan penggarapan film Preman Pensiun (2019) yang ternyata gak selaku serialnya.

Tapi untuk urusan akting, Epy juga gak bisa diremehin. Selama berkarier, tercatat sudah ada dua piala FFI yang berhasil dikantongi olehnya yakni Peran Pendukung Pria FTV Terbaik (Maaf, Lebaran Ini Kami Tidak Pulang pada 2012) dan Pemeran Utama Pria FTV Terbaik (Miskin Susah, Kaya Susah pada 2014).

Rabu, 3 Desember 2025, menjadi pemisah antara kecintaannya dengan dunia seni peran. Ia meninggal dunia di usia 61 tahun Selamat jalan, Kang Mus!

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *