Digaji Boston Celtics Rp895 Triliun Tahun 2026, Jaylen Brown Tetap Inginkan Pemain NBA Bisa Miliki Saham Tim

Pemain bintang Boston Celtics, Jaylen Brown.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Forward Boston Celtics, Jaylen Brown menyatakan, para pemain NBA semestinya mendapatkan izin untuk membangun kepemilikan saham bersama pemilik tim. Ini berkaca dari fluktuasi waralaba NBA sekarang yang nilainya sudah
melonjak tinggi hingga miliaran dolar. Brown berpendapat, aturan ketenagakerjaan liga NBA saat ini sudah terhitung katro karena tertinggal jauh dari kekayaan yang bisa dihasilkan oleh olahraga tersebut.
Pemain muslim dengan nomor punggung 7 yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden National Basketball Players Association (NBPA) ini menambahkan, jika melihat perbandingan antara pemain NBA dengan para eksekutif di perusahaan-perusahaan besar sekarang, kemungkinan kata awal yang tercetus adalah zalim.
Soalnya para karyawan eksekutif di perusahaan seperti Apple atau Nike kerap diberi kepemilikan saham sebagai imbalan atas masa kerjanya selama bertahun-tahun. Tidak demikian halnya dengan para pemain NBA. Padahal seharusnya, lanjut Brown, atlet profesional seharusnya juga dipandang dan diperlakukan dengan cara yang sama.
“Sweat equity yang Anda berikan memang dibayar sebagai imbalan dari pekerjaan yang Anda lakukan. Tetapi Anda tak dibayar atas pertumbuhan yang tercipta. Berbeda kejadiannya di mana di perusahaan-perusahaan besar hal itu justru terjadi,” ujar Brown kepada Bloomberg News di Massachusetts, Boston, Kamis. 8 Januari 2026 lalu.
“Dan saya berpikir para pemain seharusnya bisa berinvestasi bersama kelompok pemilik,” imbuh pemain dengan kepemilikan empat kali NBA All-Star, MVP Final, wirausahawan, serta juga sebagai filantropis ini.

Di NBPA, Jaylen Brown sendiri adalah salah satu pimpinan serikat sejak tahun 2019 yang mewakili para pemain NBA. Dan di era kepemimpinannya ini, NBPA sudah berhasil bikin deal perjanjian kerja bersama (collective bargaining agreement/CBA) terbaru pada 2023 dan akan berlaku hingga musim 2029–30.
Isi dari kesepakatan CBA ini adalah izin untuk para pemain memiliki saham kepemilikan terbatas di perusahaan publik yang terkait dengan kepentingan kepemilikan NBA. Ya, memang tidak berinvestasi langsung buat tim seperti yang dibahas sekarang oleh Brown, sih. Tapi harus diakui juga, sejak kesepakatan tersebut ditandatangani, banyak waralaba papan atas liga yang sudah berpindah tangan dengan valuasi yang juga mencengangkan. TOP BGT deh, pokoknya buat Brown dan NBPA untuk urusan ini.
Boston Celtics sendiri sebagai tim yang sejak 2016 atau sudah 10 musim diperkuat oleh Jaylen Brown mengalami proses akuisisi pada dua tahun lalu, persisnya bulan Agustus tahun 2024. Nilai transaksi dari akuisisi ini adalah sebesar 6,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp99 triliun . Pihak yang mengakuisi waralaba ini adalah konsorsium investor pimpinan Bill Chisholm, salah satu pendiri perusahaan ekuitas swasta STG Partners yang berbasis di California.
Transaksi akuisisi ini juga sempat menjadi yang terbesar dalam sejarah NBA. Tapi sayangnya cuma bertahan dua bulan. Pada Oktober 2024, rekor ini dipatahkan oleh miliarder Mark Walter yang membeli Los Angeles Lakers dalam kesepakatan akuisisi waralaba senilai 10 miliar dolar AS atau lebih dari Rp160 triliun.
Sisi finansial lainnya yang ketika itu juga turut terembus dari liga NBA adalah kesepakatan hak siar media yang baru. Pada 2024, NBA sudah menandatangani kontrak media baru berdurasi 11 tahun yang menguntungkan dengan Walt Disney Co., NBCUniversal, dan Amazon.com Inc. Kesepakatan kontrak media ini juga dilaporkan punya potensi meraup uang sebesar 76 miliar dolar AS atau setara dengan jumlah uang Rp960 triliun untuk liga NBA.
Dirikan BostonXChange

Sebagai pemain basket NBA profesional, Jaylen Brown yang lahir di Marietta, Georgia, AS, 24 Oktober 1996 ini memang dikenal sebagai pemain bintang yang punya watak agresif, baik itu di dalam maupun luar lapangan. Jaylen Brown adalah bintang basket yang kini sudah menyamai rekor tim Boston Celtics milik bintang basket veteran Larry Bird dengan catatan sembilan pertandingan beruntun dan mencetak setidaknya 30 poin.
Pemain yang juga dikenal vokal terhadap isu ketimpangan dan rasisme ini pun membuktikan kemampuan dirinya bikin 50 poin saat laga tur Pantai Barat melawan Los Angeles Clippers pada Minggu, 4 Januari 2026 lalu.
Jaylen Brown yang punya tinggi 1,98 meter dengan bobot 101 kg ini juga diketahui sebagai sosok utama yang mendorong para pemain NBA agar punya kendali lebih besar atas cara mereka digambarkan. Termasuk juga meningkatkan kemampuan mereka untuk bersuara tentang isu-isu yang mereka pedulikan.
Bergeser ke ranah pendidikan, Jaylen Brown juga diketahui pernah jadi dosen tamu di Harvard Graduate School of Education. Dia juga punya ikatan kemitraan yang lekat dengan Media Lab Massachusetts Institute of Technology.
Pada 2024, Jaylen Brown tercatat meluncurkan BostonXChange. Ini adalah sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendukung para wirausahawan dan usaha kecil yang kurang terlayani. Target yang ingin dicapai oleh BostonXChange adalah menciptakan kekayaan lintas generasi senilai 5 miliar dolar AS atau setara Rp84,2 triliun buat komunitas kulit berwarna di Boston.
Pemain yang diketahui punya gaji dari Boston Celtics sebesar 53,14 juta dolar atau setara Rp895 triliun pada tahun 2026 ini mengatakan, gagasan mendirikan
BostonXChange terbentuk usai dirinya menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun senilai 303,7 juta dolar AS atau Rp5,1 triliun dengan Boston Celtics. Karena ini menjadikan kontrak terbesar dalam sejarah NBA, Brown pun menuangkan wujud rasa syukurnya dengan menginvestasikan lagi sebagian sebagian uang kontrak tersebut ke Boston.
“Akselerator tersebut akan jadi bentuk dukungan penuh buat kelompok orang-orang berbakat yang ada di sini, yang sebenarnya adalah kelompok minoritas. Mereka sekarang jadi punya kesempatan untuk menang di kota tempat mereka lahir dan dibesarkan,” dia berujar.
Dikatakan Jaylen Brown juga, BostonXChange sejatinya adalah bagian dari rencananya untuk membangun versi modern dari Black Wall Street, sebuah komunitas kulit hitam di Tulsa, Oklahoma, yang dihancurkan dalam pembantaian rasial pada 1921.
Studi Federal Reserve Bank of Boston yang diterbitkan pada 2015 dia simak sebagai dasar pembanding sekaligus untuk menguatkan dirinya mewujudkan niatan tersebut. Untuk diketahui bersama, studi yang disimak oleh Brown ini menjabarkan data penemuan bahwa kekayaan bersih median penduduk kulit hitam kelahiran AS di wilayah Boston hanya sebesar 8 dolar AS atau sekitar Rp134.000. Beda jauh dengan penduduk kulit putih di Boston yang kekayaan bersihnya hampir mencapai 250.000 dolar AS atau sekitar Rp4,2 miliar. Sangat jomplang selisihnya dan sudah bikin Brown jadi sangat gregetan.
Makanya untuk tahap awal peran BostonXChange yang dia dirikan, organisasi ini akan jadi program inkubator dan akselerator dengan pemberian dana hibah hingga 100.000 dolar AS atau setara Rp1,8 miliar selama tiga tahun buat para pemohon. Para peserta program ini juga merangkul produsen pakaian olahraga, bisnis nutrisi anak, dan aplikasi pemasaran berbasis kecerdasan buatan. Untuk peluncuran putaran kedua pendaftaran program inkubator ini juga sudah direncanakan . Hanya saja untuk waktu pelaksanaannya yang belum ditetapkan.
Hal lainnya lagi, dibicarakan juga oleh Jaylen Brown perihal rencananya untuk memperluas inisiatif ini ke kawasan Bay Area, California — tempat dia kuliah di University of California, Berkeley. Rencana perluasan dengan nama
Oakland XChange ini dilakukan lewat kemitraan yang dibangun bersama dengan mantan pemain NBA sekaligus pelatih Dallas Mavericks, Jason Kidd. Sama seperti BostonXChange, Oakland XChange pun juga punya tujuan serupa untuk mendukung para wirausahawan. (Bembo)



