
Civitas akademika STIH PGL Jakarta.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Prof Gayus Lumbuun (STIH-PGL) Jakarta, akan menggelar pesta demokrasi Pemilu Raya (Pemira) 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (BEM dan DPM) STIH-PGL Jakarta. Pemilu Raya akan digelar mulai tanggal 17 hingga 24 Januari 2026.
Pemira tahun 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa STIH Profesor Gayus Lumbuun (BEM dan DPM) STIH-PGL Jakarta, merupakan perwujudan demokrasi kampus yang sehat dan baik dalam perguruan tinggi yang didukung oleh seluruh civitas akademika. Pemira ini akan diikuti seluruh mahasiswa-mahasiswi, mulai dari mahasiswa semester 1 hingga semester 7.
“Karena itu kami pun mengimbau kepada seluruh mahasiswa STIH Profesor Gayus Lumbuun agar turut hadir dan mensukseskan Pemilu Raya STIH-PGL 2026,” pinta Ketua Panitia Komisi Pemilihan Umum (KPUM) STIH-PGL Jakarta, Jemmy Potto, Jumat, 16 Januari 2026.
Sebagai informasi, pendaftaran peserta Pemira 2026 STIH Prof. Gayus Lumbuun untuk Calon Ketua/Wakil Ketua BEM dan Ketua DPM dibuka mulai tanggal 17 hingga 20 Januari 2026 pukul 10.00 – 21.00 WIB. Setelah itu dilakukan proses verifikasi, seleksi kelengkapan berkas administrasi peserta Pemira 2026 dan penetapan Pemira 2026 STIH Prof. Gayus Lumbuun.
Sedangkan untuk masa kampanye peserta Pemira 2026 STIH Prof. Gayus Lumbuun (daring dan luring) akan melaksanakannya dari tanggal 17 hingga 23 Januari 2026, mulai pukul 00.00 – 23.59 WIB.
Setelah masa kampanye usai, gelaran Pemira masuk pada penyerahan paparan Visi dan Misi Pasangan Calon (Paslon) Ketua/Wakil Ketua BEM dan Calon Ketua DPM kepada KPUM STIH Prof. Gayus Lumbuun. Proses ini dilakukan pada tanggal 22 hingga 23 Januari 2026. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 21.00 WIB.
Setelah tahapan ini rampung, proses Pemira berlanjut lagi dengan pemaparan visi dan misi peserta Pemira dan debat calon Ketua/Wakil Ketua BEM pada 24 Januari 2026.
Untuk pemungutan suara Pemira 2026 STIH Prof. Gayus Lumbuun sendiri akan dilakukan setelah tahapan debat calon pada 24 Januari 2026. Pelaksanaan pemungutan suara akan dilakukan secara langsung di Kampus Merah Putih di Jalan Lenteng Agung, Jagakarsa Jakarta Selatan. Setelah pemungutan suara tuntas, proses selanjutnya adalah penghitungan suara dan pengumuman pemenang Pemira 2026.
Diapresiasi BEM Demisioner

Mahasiswa dan mahasiswi STIH-PGL Jakarta.
Di tengah persiapan pembukaan pendaftaran para calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa yang baru, suara dari kepengurusan BEM periode sebelumnya, yang kini berstatus demisioner, juga turut mewarnai atmosfer politik kampus. Pengurus demisioner memberikan dukungan penuh juga pesan untuk calon penerus di STIH – PGL Jakarta.
Para demisioner BEM menyatakan dukungan penuhnya terhadap proses suksesi. Juga memberi penekanan pentingnya transparansi dan keberlanjutan program kerja.
Ketua BEM periode sebelumnya, Richard Ahmad, Supriyanto menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para calon pemimpin mahasiswa yang baru.
“Proses regenerasi kepemimpinan adalah esensi dari organisasi mahasiswa. Kami menyambut baik inisiatif dan gagasan segar yang dibawa oleh para calon untuk melanjutkan estafet perjuangan BEM,” ujar Richard kepada media ini kemarin.
Lebih lanjut, Richard juga menyampaikan pesan agar kepengurusan yang baru tak hanya berkutat pada isu-isu internal kampus. Namun juga memiliki visi untuk menjalin kerjasama dengan pihak eksternal dan masyarakat luas.
“BEM bukan hanya tentang kegiatan di dalam kampus, tetapi juga bagaimana kita bisa memberikan kontribusi nyata sebagai agen perubahan atau agent of change di tengah masyarakat,” kata dia menjelaskan.
Untuk itu, sambungnya, para demisioner pun berharap agar program kerja yang telah berjalan dengan baik di periode sebelumnya bisa dilanjutkan dan lebih ditingkatkan. Ditekankan juga perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BEM sebelumnya. Tujuannya agar kesalahan yang sama tak kan terulang lagi dan bisa diatasi dengan konsep yang lebih matang.
Harapan untuk Masa Depan

Mahasiswa STIH-PGL Jakarta seusai laga mini soccer. Ist.
Secara terpisah, Sekjen BEM sebelumnya, Melkianus Kosat juga
menuturkan, tanggapan dari pengurus BEM demisioner secara menyeluruh itu juga mencerminkan harapan besar untuk kepengurusan yang akan datang.
Mereka berharap pemimpin baru bisa menjadi wadah aspirasi mahasiswa yang efektif, memperjuangkan hak-hak mahasiswa, serta bisa membawa BEM menuju organisasi yang lebih baik lagi.
“Kami percaya bahwa setiap periode membawa semangat dan tantangan baru. Pesan kami, tetaplah kritis, inovatif, dan selalu berpihak kepada kepentingan mahasiswa,” Melki berujar.
Berakhirnya masa jabatan pengurus lama ini juga bisa diartikan sebagai penantian tongkat estafet kepemimpinan buat para pemimpin muda yang terpilih. Penantian ini menyimpan harapan besar tentang perubahan dan kemajuan bagi organisasi dan mahasiswa. (Bembo)



