NUSANTARA PENDIDIKAN

Pemkab Lebak Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Program Santri Rakyat

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) III Bidang Kesejahteraan Setda Lebak, Iyan Fitriyana.

progresifjaya.co.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk menjalankan Program Santri Rakyat, salah satu program strategis daerah di masa kepemimpinan Bupati Hasbi Jayabaya yang ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) III Bidang Kesejahteraan Setda Lebak, Iyan Fitriyana, mengatakan program ini menyasar anak-anak dari keluarga Desil 1 atau kelompok masyarakat sangat miskin, khususnya lulusan sekolah dasar (SD) agar dapat melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren.

“Ini program strategis daerah. Tujuannya mengentaskan kemiskinan dengan pendekatan pendidikan,” kata Iyan, Rabu. (28/01/2026).

Ia menjelaskan, anggaran Rp1 miliar tersebut dihibahkan kepada Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan dialokasikan untuk membiayai pendidikan 100 siswa dari Desil 1 di pondok pesantren modern. Data calon penerima manfaat bersumber dari Dinas Sosial (Dinsos) Lebak.

Menurut Iyan, Pemkab Lebak juga memprioritaskan wilayah yang terindikasi mengalami kemiskinan struktural, seperti kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) serta wilayah sekitar PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

“Wilayah-wilayah itu menjadi perhatian karena terdapat kemiskinan struktural yang perlu ditangani secara khusus,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 25 hingga 28 pondok pesantren akan dilibatkan. Namun, finalisasi penentuan ponpes dan seleksi siswa akan dilakukan oleh tim bentukan FSPP bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Durasi pendidikan dalam Program Santri Rakyat dirancang selama enam tahun hingga setara SMA, meskipun jenjang pendidikan di setiap pondok pesantren berbeda-beda, mulai dari SMP/MTs hingga SMA/MA.

Iyan mengakui, anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan siswa selama mondok masih terbatas. Karena itu, Pemkab Lebak mengharapkan dukungan dari pondok pesantren serta lembaga lain.

“Anggarannya memang masih minim, ini yang baru bisa kita ikhtiarkan. Alhamdulillah, FSPP menyambut baik dan siap membantu menutup kekurangan, termasuk dukungan dari Baznas,” katanya.

Program Santri Rakyat tidak sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi diarahkan sebagai intervensi langsung untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem antargenerasi. Dengan memastikan anak-anak dari keluarga Desil 1 memperoleh pendidikan berasrama hingga enam tahun, Pemkab Lebak menargetkan lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri, berdaya saing, dan tidak lagi terjebak dalam kemiskinan struktural yang selama ini diwariskan di wilayah-wilayah rentan.

Kusuma Wijaya, warga Kecamatan Bayah mengaku mengapresiasi program Pemkab Lebak tersebut. Ia mengaku akan mendaftarkan anaknya untuk mendapatkan program itu melalui pihak Kecamatan Bayah. (R. Rencong)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *