HUKUM & KRIMINAL

Program “Jaga Jakarta” Menampakkan Wujudnya, Ribuan Ojol Berikrar Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi (atas). Ribuan driver ojek online (ojol) dari berbagai komunitas se-Jakarta, Bekasi dan Tangerang mengikuti Apel Ojol Jaga Kamtibmas dengan tema ‘Jaga Jakarta Bersama Polda Metro Jaya’ di Monas (bawah)

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri boleh jadi sedang tersenyum sekarang saat membaca narasi ini. Betapa tidak. Implementasi program “Jaga Jakarta” yang jadi program unggulannya sebagai Metro 1 kini sudah mulai menampakkan wujudnya. Ucapan tegasnya perihal wajib berkolaborasi dan bermitra erat dengan semua elemen masyarakat dan media massa saat acara silaturahmi dengan wartawan di BPMJ beberapa waktu lalu pun jadi pointer utama dari penampakan wujud program tersebut.

Hari ini, Senin, 20 Oktober 2025, ribuan driver ojek online (ojol) dari berbagai komunitas se-Jakarta, Bekasi dan Tangerang hadir di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Mereka hadir untuk secara khusus mengikuti Apel Ojol Jaga Kamtibmas dengan tema ‘Jaga Jakarta Bersama Polda Metro Jaya’.

Dalam apel ini, ribuan driver jaket hijau ini juga menyatakan komitmennya untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Ibu Kota. Mereka juga berikrar siap menjadi mitra Polri buat menjaga kamtibmas dan juga aktif untuk menyebarkan pesan positif di jalanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dalam pernyataan resminya mengatakan, program “Jaga Jakarta” cuma bisa terwujud mutlak jika dibarengi dengan sinergitas apik antara kepolisian dan masyarakat. Karena tanpa adanya itu, adalah sebuah kemustahilan situasi aman dan kondusif Jakarta dan sekitarnya bisa tercipta.

“Kegiatan ini jadi bentuk sinergisitas nyata antara Polri dengan komunitas ojek online untuk mendukung program pemerintah menuju Jakarta yang aman, tertib, dan bermartabat. Karena situasi aman atau Kamtibmas yang kondusif itu tak kan bisa datang begitu saja. Harus ada kolaborasi yang erat antara kepolisian dan masyarakat,” jelas perwira tinggi berzodiak Virgo kelahiran Sukabumi, 10 September 1976 dari Batalyon Parama Satwika Akpol 1998 ini ke para jurnalis.

Diterangkan olehnya, kolaborasi erat yang dimaksud itu bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Mulai dari saling memberikan informasi, hingga ke tahap membangun sistem keamanan vicinitas, baik di tingkat RT, RW, cluster perumahan, hingga lingkungan kawasan tertentu.

“Kami juga sudah memproyeksikan jika setiap individu punya kesadaran untuk cepat melaporkan potensi gangguan kepada kami, maka gangguan keamanan itu otomatis akan bisa dicegah lebih awal,” ujar suami dari Amalia Chirstie ini.

Untuk melakukan pelaporan dimaksud tersebut, lanjut Brigjen Pol Ade Ary, Polda Metro Jaya selalu mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan call center 110. Layanan tiga dijit angka ini bisa dimanfaatkan kapan saja secara gratis untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan polisi di lapangan.

“Nomor 110 bebas pulsa. Silakan masyarakat hubungi kapan pun jika membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan keamanan. Ketika berada di Depok, maka yang menjawab Polres Depok, kalau di Bekasi, Polres Bekasi,” katanya menjelaskan.

Selanjutnya dituturkan juga, Polda Metro Jaya pun terus memotivasi masyarakat untuk gencar membangun sistem keamanan lingkungan yang terjadwal. Pasalnya, sistem keamanan lingkungan yang terjadwal itu merupakan wujud nyata dari partisipasi masyarakat terhadap keamanan lingkungannya. Baik itu dalam bentuk siskamling, ronda malam, pemasangan CCTV, hingga perihal koordinasi antarwarga jika hendak bepergian atau mudik.

“Para pelaku kejahatan itu profesional, mereka menunggu kelengahan kita. Karena itulah, dengan adanya partisipasi tersebut berarti kita sudah bersama-sama menghilangkan kesempatan pelaku untuk berbuat kejahatan,” Brigjen Pol Ade Ary berujar.

Apalagi, tambahnya, komunikasi antara warga dan aparat sekarang juga sudah diperkuat dengan adanya grup WhatsApp komunitas dan Babinkamtibmas. Grup komunikasi ini punya peran vital untuk menyampaikan informasi serta imbauan kepada masyarakat.

“Bhabinkamtibmas sekarang sudah sangat aktif memberikan informasi tentang kejahatan yang marak terjadi. Termasuk juga modus-modusnya. Ini dilakukan agar masyarakat semakin waspada dan ruang gerak pelaku kejahatan juga jadi makin sempit ke masyarakat,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya juga, untuk menguatkan sinergitas agar bisa lebih dekat dengan masyarakat, Polda Metro Jaya juga punya program Jumat Peduli yang digalakkan secara rutin. Melalui program ini, Polda Metro Jaya beserta jajaran berusaha selalu menunjukkan kepedulian yang besar ke masyarakat dengan mendonasikan bantuan sosial serta menggelar kegiatan kemasyarakatan di seluruh cakupan wilayah hukumnya.

Karena sekali lagi, seperti sudah diutarakan oleh Kapolda Metro Kang Asep ‘Sniper’, Polda Metro Jaya itu tak kan bisa berjalan sendiri. Harus terus memperbaiki diri dan selalu mengedepankan pendekatan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Always remember and keep that in mind, Komandan. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *