
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Layanan YouTube mengalami gangguan besar pada Rabu pagi (18/2/2026), membuat pengguna dari berbagai negara, termasuk Indonesia, tidak dapat mengakses platform tersebut. Berdasarkan pemantauan melalui situs pemantau gangguan Down Detector, tercatat lebih dari 320 ribu laporan terkait eror yang sama.
Dari seluruh laporan itu, sekitar 56 persen pengguna tak bisa membuka situs YouTube, 18 persen tidak dapat menjalankan aplikasi, dan 15 persen kesulitan melakukan login.
Saat aplikasi dibuka, sebagian pengguna hanya menemukan pesan “video unavailable” atau “video tidak tersedia”, tanpa penjelasan lebih lanjut dari pihak YouTube mengenai apa yang terjadi.
Sejumlah pengguna beralih ke media sosial dan kolom komentar Downdetector untuk meluapkan keluhan. Mengutip laporan dari Hindustan Times, ada pengguna yang menyebut bahwa video dalam playlist yang disukai masih berjalan, sementara yang lain mengaku tidak bisa login sama sekali.
Beberapa pengguna turut membagikan tangkapan layar halaman utama YouTube yang tampil kosong. Salah satu keluhan yang muncul berbunyi:
“YouTube tiba-tiba mati. Yang saya dapatkan hanyalah halaman kosong tanpa apa pun. Satu-satunya yang tampaknya berfungsi adalah bilah sisi di sebelah kiri. Semuanya mati.”
Dalam insiden global pada 18 Februari 2026 ini, data pelacakan real-time di Downdetector juga mencatat lebih dari 7.000 laporan masalah dari Indonesia saja. Rincian aduan tersebut antara lain:
Koneksi server: sekitar 52%
Aplikasi: sekitar 36%
Situs web: sekitar 12%
Hingga saat kejadian tersebut diberitakan, YouTube belum memberikan pernyataan resmi. Namun akun dukungan resmi, Team YouTube, aktif membalas keluhan pengguna melalui platform X. (Red)



