Diprediksi 45,02 Juta Pemudik Wara-Wiri Jawa Timur, Ditlantas Polda Jatim Siagakan 16,326 Personel Pengamanan Gabungan

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi.
progresifjaya.co.id, SURABAYA – Jawa Timur adalah salah satu provinsi dengan pergerakan arus mudik tertinggi secara nasional. Karena itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim pun sangat fokus dan serius untuk menghadapinya.
Tahun ini, diperkirakan ada 27,9 juta pemudik yang akan datang ke Jawa Timur. Sementara pemudik yang asal Jawa Timur sendiri diprediksi berjumlah 17,12 juta. Jadi secara kalkulasi diperkirakan ada 45,02 juta pemudik yang bakalan wara-wiri di Jawa Timur selama libur lebaran.
Puncak arus mudik itu sendiri kemungkinan akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi terjadi tanggal 14-15 Maret. Kemudian puncak kedua pada 18-19 Maret 2026. Sementara untuk puncak arus balik diprediksi pada 24-25 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas ini, Ditlantas Polda Jatim sudah menyiagakan 16.326 personel gabungan untuk pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026 selama 13 hari, mulai dari 13-25 Maret 2026.
Ribuan personel gabungan ini terdiri dari 9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI, serta 5.404 personel dari instansi lain yakni Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan). Selanjutnya, seluruh personel ini akan disebar ke 238 pos (172 Pos Pam, 45 Pos Yan, 21 Pos Terpadu) yang berada di 20.097 lokasi.
Selain antisipasi pengamanan mobilitas pemudik, Ditlantas Polda Jatim dan Satlantas jajaran juga melakukan ramp check ke transportasi bus di seluruh kabupaten/kota. Fisik bus dan data kelengkapan administrasi mengenai kendaraan maupun Perusahaan Otobus (PO) dicek untuk memastikan kelaikan kendaraan bus beroperasi.
Apalagi bus adalah salah satu transportasi umum andalan masyarakat untuk melakukan perjalanan panjang antar kota maupun provinsi saat momen mudik lebaran.
“Alhamdulillah, sampai hari ini kami belum menemukan kendaraan yang tidak layak,” ujar Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Polisi Iwan Saktiadi, Kamis, 13 Maret 2026 lalu.
Ramp check ini akan dilakukan secara berkala. Bilamana ditemukan kendaraan yang tidak laik jalan, maka setiap PO diwajibkan melakukan perbaikan atau melengkapi kekurangan.
Selain ramp check, Ditlantas Polda Jatim nanti juga akan melakukan check point di Terminal Bungurasih Sidoarjo, rest area Ngawi dan Nganjuk. Check point adalah gabungan antara ramp check dan check awaknya.
“Bersama Dinas Perhubungan dan BPTD nanti kita tentukan di sana Apa yang relevan antara Nganjuk dan Ngawi. Nanti itu berisi gabungan antara ramp check dan check awak,” jelas Kombes Pol Iwan lagi. (Bembo)



