progresifjaya.co.id, JAKARTA – Patrick Kluivert diminta bawa Timnas Indonesia juara Piala AFF jika gagal lolos Piala Dunia 2026. Desakan itu dilontarkan oleh pengamat sepakbola Akmal Marhali
Akmal menilai Kluivert tak perlu dipecat. Apalagi, pria berpaspor Belanda itu baru menjalani sepertiga durasi kontraknya sejak ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada Januari 2025.

“Kluivert kan kontraknya dua tahun dengan masa bakti yang masih seumur jagung saat ini. Jadi kalau main pecat-pecat saja menurut saya kita emosional keputusannya,” kata Akmal Marhali di Podcast Locker Room yang tayang di YouTube Official Okezone, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Pria yang juga Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu mendesak Kluivert diberi target lain yakni juara Piala AFF 2026. Apalagi, Timnas Indonesia memang belum pernah jadi kampiun turnamen dua tahunan itu sejak digelar pada 1996.
“Ya kalau gagal Piala (Dunia) ini ya (juara) Piala AFF lah. Kan kita belum pernah juara. Coach Shin Tae-yong juga lima tahun enggak bisa juara Piala AFF,” tegas Akmal.

“Jadi coba Piala AFF. Kalau Piala AFF itu kita bisa dapat setidaknya dalam CV Patrick Kluivert pernah juara karena hanya juara yang dicatat dalam sejarah,” tandasnya.
Hal senada disampaikan pengamat sepak bola Justinus Lhaksana (Coach Justin), Patrick Kluivert harus dipertahankan sebagai pelatih Timnas Indonesia jika dia sudah diangkat, karena pelatih adalah penanggung jawab akhir atas keputusan pemain dan hasil pertandingan.
Menurut Coach Justin, Kluivert baru delapan bulan meracik tim, berbeda dengan Shin Tae Yong yang sudah melatih lima tahun dan bahkan Luis Milla selama dua tahun. Kata dia, kasih kesempatan Kluivert di Piala AFF 2026.

“Jangan sebentar – sebentar pelatih dipecat. Kalau pun Kluivert dipecat hanya Kluivert saja jangan Alex Pastoor dan Danny Landzaat. Karena mereka datang untuk membentuk pondasi tim,” kata Koci, sapaan akrabnya dalam penayangan di YouTube.
Piala AFF 2026 sendiri akan digelar pada 25 Juli hingga 26 Agustus tahun depan. Turnamen itu dihelat di tengah tahun sehingga Kluivert bisa memanfaatkan tenaga pemain-pemain terbaiknya.
Editor: Hendy




