HUKUM & KRIMINAL

Gegernya Negeri Ini, 8 Bulan Hilang Alvaro Ditemukan Tinggal Kerangka, Pelakunya Pilih Mati Gantung Diri

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kasus kematian Alvaro Kiano Nugraha, bocah enam tahun yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sejak Maret lalu dan baru ditemukan November 2025 dalam kondisi tinggal kerangka menggegerkan negeri ini.

Dan lebih geger lagi, pelaku pembunuhan yakni Alex Iskandar (49), yang tak lain adalah ayah tiri korban rupanya lebih memilih game over ketimbang menerima vonis hukuman hakim. Alex ditemukan tewas gantung diri di dalam Ruang Konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu, (23/11) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto dalam pernyataan resminya terhadao kematian tersangka yang di bawah pengawasan polisi dan mengundang kesan human error ini mengatakan, perihal kejadian ini berawal dari alasan janggal pelaku sebelum memutuskan gantung diri.

Pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Kombes Pol Bhudi bertutur, Alex Iskandar yang saat itu ditempatkan di ruang konseling, meminta izin kepada petugas untuk mengganti celana pendek (SOP tahanan) yang kotor akibat sudah kebelet cepirit buang air di celana. Dia minta izin untuk menggantinya dengan celana panjang.

Dan selang beberapa waktu, antara pukul 06.30 hingga 09.00 WIB, Alex pun ditemukan sudah dalam kondisi tewas gantung diri di dalam ruang konseling.

“Tersangka ditemukan oleh rekannya yang berinisial G, melalui saksi kunci yang melihat dari pintu dengan bilah kaca di tengah,” ujar Kombes Pol Bhudi.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan alasan tentang penempatan Alex di ruang konseling bukan di dalam sel.
Dia mengatakan, status Alex saat itu baru saja ditetapkan sebagai tersangka setelah pemeriksaan maraton hingga dini hari.

“Kenapa di ruangan konseling? Karena besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis. Apakah tersangka ini memiliki penyakit bawaan ataupun penyakit menular. Jadi belum bisa disatukan dengan tahanan lainnya di dalam,” terang Kombes Pol Budi secara logika.

Hilang di masjid

Almarhum korban, Alvaro Kiano Nugraha dan almarhum pelaku, Alex Iskandar.

Kini kembali ke soal Alvaro. Almarhum bocah ini terakhir kelihatan di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/3) silam. Ketika itu, ada seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro datang ke masjid untuk mencari anak tersebut.

Informasi kedatangan pria itu baru diketahui kakek Alvaro, Tugimin, dari marbut masjid tiga hari berselang setelah cucunya dinyatakan hilang.

“Itu ada orang datang. Ditanya sama marbut, ‘Pak, cari siapa?’ ‘Cari anak saya. Alvaro katanya kalau shalat di masjid sini.’ ‘Itu ada anaknya di atas.’ Kata marbut begitu,” ungkap Tugimin.

Marbut tersebut tak sempat memperhatikan pergerakan pria yang menjemput mendiang Alvaro karena sedang sibuk menyiapkan buka puasa dan waktu Shalat Maghrib. Setelah Maghrib, Alvaro rupanya belum juga pulang. Tapi Tugimin belum langsung curiga karena cucunya biasa bermain sepak bola pada malam hari.

“Saya sadar untuk mencari itu jam 21.30 WIB. Kok cucu saya belum pulang? Ke mana?’ Saya bilang kayak begitu ke marbut,” kata Tugimin.

Sebagai pensiunan petugas pemadam kebakaran Lebak Bulus, Tugimin lantas menyusuri lokasi terakhir cucunya terlihat dan menanyai teman-teman bermain Alvaro. Tapi hasilnya nihil.

Ayah kandung mendiang Alvaro sendiri disebutkan Tugimin sedang menjalani hukuman kasus narkoba di Lapas Cipinang. Sementara ibunya bekerja di Malaysia.

“Ibu sama bapaknya Alvaro itu sudah pisah. Dan ibunya sudah punya suami lagi yakni Alex Iskandar. Menikah secara resmi di KUA Kecamatan Pesanggrahan,” kata Tugimin lagi. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *