HUKUM & KRIMINAL

Si Bodat Penipu Penjualan Tiket Konser BLACKPINK Kena Bedel Subdit Resmob Polda Metro Jaya

Si bodat pelaku penipuan penjualan tiket konser BLACKPINK dibedel Tim Opsnal Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Seorang pria berprofesi penipu dengan pekerjaan nge-cheat atau melakukan penipuan dengan modus jual beli tiket konser BLACKPINK di Jakarta awal November kemarin kena bedel Tim Opsnal Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penipu ber adainisial OGP ini dibedel polisi di sebuah rumah kontrakan di Kota Cimahi, Jawa Barat pada 27 November lalu.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan, kasus pembedelan penipu inisial OGP ini berawal dari petikan korban berinisial ZI. Dia mengakuitertarik dengan penawaran tiket konser BLACKPINK yang diposting oleh pelaku di akun X miliknya. Setelah konek dan berkomunikasi, si penipu meminta korban untuk membayar harga tiket sebesar Rp5 juta.

“Setelah berkomunikasi dan harga disepakati, korban diminta mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke rekening e-wallet yang disediakan pelaku. Meluncurlah akhirnya uang tersebut ke rekening e-wallet dimaksud.” kata AKBP Ressa.

Saat Hari H tiba, AKBP Ressa melanjutkan, ZI yang macam kena gendam karena masih belum sadar kena tipu ini langsung bergegas otw ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Lokasi ini jadi venue gelaran konser bertajuk “BLACKPINK WORLD TOUR DEADLINE” yang sudah sejak lama diincar oleh ZI. Paras semringah di wajahnya kelihatan ramai betul sepanjang perjalanannya kala itu.

Dan saat jarak langkahnya sudah makin dekat dengan arena konser, rasa percaya diri penuh ZI menyeruak sembari mengeluarkan tiket konser yang dia beli dari OGP untuk ditunjukkan ke petugas jaga di pintu masuk. Tapi alamak oh-oh-oh! Si petugas jaga just said sorry to ZI coz the ticket is fake. So u can’t get in GBK. Forgive me.

Jeger, hancur lebur seketika rasa semangat, rasa senang, rasa gelora dan impiannya buat menonton langsung Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa beraksi di atas panggung. Damn it, hati ZI lantas menggerutu.

“Marah, kesal, sedih, malu bercampur jadi satu dan berkecamuk di dalam perasaan korban ZI. Shock juga saat mengetahui tiket konser yang dia bawa ternyata palsu saat ditukarkan. Semua penggalan keterangan itu yang menjadi dasar pergerakan kami buat mencari si bodat pelaku OGP. Begitu ketemu langsung kita bedel tanpa basa basi,” jelas AKBP Ressa yang juga tampak ikut terpengaruh kesal dengan aksi penipu bodat.

Kini si bodat OGB cuma bisa diam karena sudah dipantek sebagai tersangka agar bisa ikhlas menerima statusnya sebagai penghuni sel tahanan Polda Metro Jaya.

Selain itu, penyidik Subdit Resmob yang memeriksa juga sudah diizinkan untuk menampar keras si bodat OGB dengan pasal pidana yang berlapis. Tujuannya agar terasa lebih menohok sakitnya supaya kapok memilih lagi penipu sebagai profesinya.

Si bodat OGP mendapat tamparan keras berulang dari penyidik dengan penggunaan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan serta Pasal 28 ayat 1 tentang ITE. Ancaman hukuman yang sudah menunggu si bodat ini adalah dibui selama enam tahun. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *