Pemkab Lebak Bergerak Cepat Renovasi Rumah Tak Layak Huni Milik Pegawai Honorer SMPN 2 Cibadak

progresifjaya.co.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bergerak cepat untuk merenovasi rumah miilik Cacang Hidayat (55), pegawai honorer sebagai penjaga sekolah dan perpustakaan di SMP Negeri 2 Cibadak, Lebak. Pasalnya rumah yang telah ditempati puluhan tahun oleh honorer berusia 55 tahun itu dinilai tidak memenuhi standar kelayakan dasar
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lebak, Iyan Fitriyana menyampaikan rencana pembangunan tersebut saat mengunjungi kediaman Cacang bersama Dinas Pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak. “Kami mohon maaf atas kelalaian kami. Ada saudara kami, seorang honorer di lingkungan pendidikan yang rumahnya belum layak huni,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Iyan menjelaskan, rumah Cacang sebenarnya telah masuk dalam data penerima bantuan. Namun, prosesnya terkendala mekanisme dan antrean program di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), sehingga belum dapat diakomodasi melalui anggaran resmi 2025. “Sudah terdata, tetapi karena antrean dan persyaratan di Dinas Perkim, belum memungkinkan untuk dibangun pada tahun anggaran 2025 ini,” katanya.
Atas arahan Bupati Lebak, Dinas Pendidikan bersama PGRI dan keluarga besar pendidikan mengambil inisiatif di luar skema formal.
Pemerintah daerah langsung mengirimkan material bangunan, menyiapkan tenaga tukang, serta menjadwalkan pembangunan dimulai pada Rabu mendatang, menyesuaikan kepercayaan masyarakat setempat. “Hari ini material sudah mulai didatangkan. Pengerjaan akan segera dimulai. Kami mohon doa, Insya Allah akhir bulan ini rumah bisa selesai,” jelasnya.
Dia menilai, kasus Cacang bukan persoalan tunggal. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak akan merumuskan langkah strategis untuk memetakan dan menangani honorer lain di sektor pendidikan yang menghadapi persoalan serupa, namun belum terdengar suaranya. “Pak kadis akan merumuskan langkah-langkah strategis bagi Pak Cacang lainnya di lingkup Dinas Pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah desa setempat juga didorong berperan aktif menjangkau berbagai peluang bantuan lintas sektor, mulai dari Perkim kabupaten dan provinsi hingga Baznas Lebak dan Provinsi Banten. “Pemerintah desa terus berperan aktif menjemput berbagai peluang, misalnya dari Perkim Lebak dan provinsi, Baznas Lebak dan provinsi, serta sumber bantuan lainnya,” tuturnya. (R. R)



