POLITIK

Dialog Nasional Sehari: Kopsindo Mengimbau Sistem Politik dan Pemilu Harus Ditata Ulang

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Institusi partai politik di Tanah Air merupakan salah satu penyebab kerusakan negara saat ini. Oleh karenanya diimbau agar sistem politik dan pemilu di Indonesia harus ditata ulang.

Salah datu dari penyebab rusaknya institusi partai politik maupun sistem pemilu, yang bisa menjadi pejabat saat ini adalah mereka yang mempunyai popularitas dan juga “Isi Tas”.

Demikian salah satu pesan moral sekaligus kritikan terhadap pemerintah dalam acara Dialog Nasional Sehari yang diselenggarakan oleh Komunitas Penggerak Potensi Indonesia (Kopsindo) yang diadakan di Aula DHN 45 Gedung Juang 45 Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat pada Rabu (11/2/2026).

Acara yang bertemakan Mengawal Harapan Tahun 2026 “Menakar Kepemimpinan Prabowo- Gibran Menuju Masyarakat Adil Makmur” itu berlangsung pada pukul 13.30 hingga pukul 16.00 WIB yang dihadiri dari berbagai unsur, baik dari tokoh politik, tokoh ekonomi serta unsur pengusaha.

Nara sumber yang hadir antara lain Dr. Andrinof Chaniago, M.Si., pemerhati ekonomi, Assoc, Prof, DR. Ahmad Yani, SH., MH., pemerhati politik, dan DR. Rahmat Dwi Putranto, SH., MH., yang merupakan pemerhati pengusaha. Sementara yang tampil sebagai moderator pada acara tersebut adalah pengacara senior, H. Dudung Badrun, SH., MH.

Dalam kesempatan itu, pemerhati ekonomi Assoc Prof Ahmad Yani menyebut, bahwa apa yang dilakukan pemerintah Cina dalam memajukan sistem politik dan ekonomi di negara itu, banyak yang bisa diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Dimana Indonesia harus mempelajari berbagai rumusan ekonomi Cina dibawah kepemimpinan Den Xiaoping saat itu.

Dimana menurut Ahmad Yani, seorang pemimpin harus mengedepankan kepentingan bersama.

Sedangkan DR. Rahmat Dwi Putranto mengkritik MBG di negara kita dibandingkan dengan MBG di Kuala lumpur, dimana menu yang disajikan sudah benar-benar memenuhi syarat makanan bergizi.

Jika saja Presiden Prabowo sungguh-sungguh ingin memakmurkan bangsa dan negara ini, maka Prabowo berani melakukan sesuatu tanpa ada yang mengendalikan kebijakannya dan tinggalkan mimpi-mimpi yang terlalu tinggi. Menurut Putranto, justru Prabowo yang berambisi menaikkan taraf ekonomi sebesar 8 persen, justru kini yang memperoleh kenaikan 8 persen tersebut adalah negara Vietnam.

Dari hasil dialog ini, kesimpulannya akan diserahkan kepada Presiden Prabowo sebagai masukan dan saran demi untuk kemajuan bersama. (Zul)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *