OLAHRAGA

Robert Parish (1980 – 1994), Sejarah Jersey Boston Celtics Nomor 00

Robert Parish

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Jersey Boston Celtics bernomor punggung 00 cuma dikenakan oleh satu pemain sepanjang sejarah waralaba ini. Pemain tersebut Robert Parish, salah satu pemain legendaris yang dimiliki oleh Boston Celtics. Dengan dipensiunkannya nomor jersey tersebut secara resmi oleh Boston Celtics, Robert Parish pun menjadi pemain terakhir yang pernah mengenakannya untuk tim.

Seperti diketahui, Boston Celtics sudah mengeluarkan 68 nomor punggung jersey berbeda (juga tiga nomor lainnya yang tidak termasuk dalam seri angka apa pun) sejak didirikan tahun 1946. Lebih dari 500 pemain yang pernah mengenakannya. Dan dari 68 nomor punggung tersebut, 35 di antaranya sudah resmi dipensiunkan oleh Boston Celtics. Salah satunya adalah nomor 00 milik Robert Parish.

Robert Parish yang lahir di Shreveport, Louisiana, 30 Agustus 1953 ini bermain basket di tingkat perguruan tinggi untuk Centenary College. Dia kemudian dipilih oleh Golden State Warriors pada tahun 1976 dengan pilihan kedelapan secara keseluruhan draft NBA.

Robert Parish

Pemain setinggi 2,15 meter ini bermain untuk Golden State Warriors selama empat musim. Setelah itu dia ditukar ke Boston Celtics dalam salah satu pertukaran yang (jika dilihat dari sudut pandang retrospektif) paling timpang dan diistilahkan “pencurian terbesar” dalam sejarah NBA.

Mengapa pertukaran tersebut dinilai sangat timpang? Pada 9 Juni 1980 Boston Celtics mendapatkan Robert Parish dan hak pilih draft putaran pertama ke-3 tahun 1980 (yang kemudian digunakan untuk memilih Kevin McHale). Sementara Golden State Warriors menerima hak pilih draft putaran pertama ke-1 tahun 1980 (digunakan untuk memilih Joe Barry Carroll) dan hak pilih ke-13 tahun 1980 (digunakan untuk Rickey Brown).

Lalu dimana faktor lopaided alias sangat timpangnya? Tak dinyana Boston Celtics secara instan mendapatkan Dua Hall of Famer atau dua pilar utama masa depan mereka, Robert Parish dan Kevin McHale. Keduanya bersama Larry Bird membentuk “Big Three” legendaris yang membawa Boston Celtics memenangkan 3 gelar juara NBA (1981, 1984, 1986) pada era 1980-an.

Beda dengan Golden State Warriors yang mendapatkan bust atau pemain yang tak sesuai ekspetasi dan terbilang pemain rata-rata. Golden State Warriors memakai pilihan nomor 1 untuk Joe Barry Carroll. Meskipun Carroll memiliki statistik yang cukup baik secara individual, namun dia tak pernah membawa Golden State Warriors menjadi pesaing serius. Carroll bahkan sering dianggap sebagai salah satu pilihan #1 yang mengecewakan. Rickey Brown (pilihan ke-13) pun hanya menjadi pemain cadangan biasa.

Robert Parish

Satu kesalahan Golden State Warriors yang meragukan semangat dan intensitas Robert Parish adalah penyebabnya. Soalnya di bawah asuhan Red Auerbach saat di Boston Celtics, pemain yang dijuluki “The Chief” ini bertransformasi menjadi salah satu center terbaik dalam sejarah NBA. Julukan “The Chief” sendiri diberikan oleh forward Boston Celtics, Cedric Maxwell, mengambil dari julukan seorang Indian yang tuna runggu di dalam film One Flew Over The Cuckoo’s Nest.

Dari hasil pertukaran ini, Boston Celtics mendominasi di tahun 1980-an. Sementara Golden State Warriors cuma menjadi tim papan tengah. Manajer Boston Celtics kala itu, Red Auerbach, kerap mendapat pujian karena kecerdasannya dalam “merampok” Golden State Warriors dalam transaksi tersebut.

Bersama Boston Celtics, Robert Parish bermain selama 14 musim. Dia juga 9 kali masuk dalam Tim All-Star, 2 kali masuk Tim All NBA, menjadi tulang punggung pertahanan tim dan meraih tiga gelar juara NBA (1981, 1984, dan 1986). Sementara catatan bermainnya adalah rata-rata mencetak 23,3 poin, 14,7 rebound, 1,5 assist, dan 2,3 blok per pertandingan bersama Boston Celtics.

Robert Parish saat menghadiri upacara spesial yang dilakukan oleh Boston Celtics untuk memensiunkan jersey nomor punggung 00 miliknya pada tahun 1998.

Setelah 14 tahun bermain di Boston Celtics, pada tahun 1994 dia bergabung dengan Charlotte Hornets selama dua musim lagi dan satu musim lagi (1996-1997) untuk Chicago Bulls, di mana dia mendapatkan satu lagi cincin juara NBA. Berusia 43 tahun ketika itu, Robert Parish pun menjadi pemain tertua yang pernah bermain di kompetisi NBA. Pada musim kompetisi 2006, dia pun menjadi pemegang rekor setelah bermain sebanyak 1 611 pertandingan dan melewati 21 tahun musim kompetisi NBA.

Robert Parish dikenal sebagai pemain center yang serba bisa. Dengan tinggi badannya yang menjulang (2.15m), dia mampu mengatasi pemain tim lawan saat bertahan. Dia juga bisa menembakan tembakan yang jitu dari luar daerah kunci, dan juga meyelesaikan fast break dengan kecepatannya yang tidak biasa dilakukan oleh orang setinggi dia. Kemampuan rebound dan blok tembakannya juga luar biasa

Untuk menghormati kualitas permainan dan prestasinya, Boston Celtics memensiunkan jersey nomor 00 milik Robert Parish dalam satu upacara spesial pada tahun 1998. Dia juga dinobatkan sebagai Hall Of Fame pada tahun 2004. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *