
Rick Robey, center Boston Celtics.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Frederick Robert Robey atau biasa dipanggil Rick Robey lahir di Florida, 30 Januari 1956. Dia adalah mantan pemain bola basket perguruan tinggi dan profesional Amerika . Dengan tinggi 2,11 meter, dia bermain sebagai pemain. center untuk Indiana Pacers , Boston Celtics , dan Phoenix Suns di National Basketball Association (NBA).
Robey menjadi salah satu pilihan dalam daftar 30 prospek perguruan tinggi terpanas pada tahun 1974 yang diincar oleh lima pelatih bola basket perguruan tinggi terkemuka. Mereka adalah Pelatih Gene Bartow dari Memphis State, Don Haskins dari Universitas Texas di El Paso, Dick “Digger” Phelps dari Notre Dame, George Raveling dari Washington State dan Norm Sloan dari North Carolina State. Mereka sepakat untuk memilih Robey sebagai salah satu dari enam center paling menjanjikan di Amerika.
Dengan rata-rata 19,9 poin dan 15,9 rebound per gim sebagai siswa SMA untuk tim Brother Martin High School Crusaders di New Orleans, Louisiana, Robey ketika itu juga kabarkan sebagai anak muda yang mampu bikin ngiler para pelatih perguruan tinggi untuk merekrutnya
Robey, yang saat itu menduduki peringkat kelima pemain muda calon mahasiswa di Amerika Serikat memperkirakan ada 210 program bola basket perguruan tinggi yang sudah menghubunginya untuk bergabung.
Media yang mengikuti Robey dengan seksama ketika itu terus memantau sampai Robey mempersempit pilihan tim untuk karier bola basket perguruan tingginya. Pada awal tahun 1974, Robey dikabarkan sudah punya tiga pilihan pasti universitas yang bakal dipilih; Universitas Tulane, Universitas Florida, atau Universitas Kentucky.

Rick Robey, center Boston Celtics.
Dan pada bulan April 1974, Robey akhirnya memilih Universitas Kentucky sekaligus menerima beasiswa yang ditawarkan oleh Pelatih Joe B. Hall. Hall juga merekrut Jack Givens, James Lee, dan Mike Phillips ke dalam susunan pemain Universitas Kentucky pada tahun 1974. Hingga kemudian Robey dan Phillips jadi sering disebut sebagai “Menara Kembar” kompetisi basket NCAA saat bermain bersama di Universitas Kentucky.
Keputusan Robey ini juga banyak dipengaruhi oleh kecintaan Kentucky terhadap bola basket.
“Saya merasa para pelatih di sini adalah orang-orang yang sangat baik dan tentu saja para penggemarnya luar biasa,” ujarnya kala itu
Robey menjadi anggota tim Universitas Kentucky tahun 1974–1975 yang keluar sebagai runner up Kejuaraan NCAA 1975. Lalu jadi anggota tim Universitas Kentucky tahun 1977–1978 yang memenangkan Kejuaraan NCAA 1978 .
Meskipun kemenangan Kentucky pada kejuaraan tahun 1978 dengan skor 94–88 melawan Duke Blue Devils itu sering dikenang karena ledakan 41 poin Jack Givens , majalah Sports Illustrated justru mengatakan bahwa Robey adalah pemain yang performanya paling spektakuler dalam pertandingan tersebut.

Rick Robey, center Boston Celtics.
Dengan waktu tersisa 7:39, Pelatih Universitas Kentucky Joe B.Hall bergegas ke lapangan selama jeda singkat permainan untuk menegur Robey atas suatu pelanggaran. Beberapa detik kemudian, Robey merespons dengan mengambil bola yang meleset dan memasukkannya ke dalam keranjang dalam satu gerakan. Selama pertandingan kejuaraan, Robey mencetak 8 dari 11 tembakan dari lapangan, mencetak 20 poin dan memimpin tim dengan 11 rebound Kentucky.
Memasuki masa profesionalnya, Robey adalah pilihan ketiga secara keseluruhan dalam draft NBA 1978. Dia kemudian dipilih oleh Indiana Pacers. Di pertengahan musim rookie-nya, Robey ditukar ke Boston Celtics dengan mantan All-Star ABA Billy Knight.
Robey bermain selama lima musim di Boston Celtics (1979–1983). Setelah menjadi bagian dari Indiana Pacers dan Boston Celtics, dia kemudian ditukar ke Phoenix Suns sebelum musim 1983–84 sebagai imbalan untuk Dennis Johnson.
Dia mencetak 3.723 poin sepanjang kariernya. Sementara untuk catatan bermainnya per gim, Robey rata-rata mencetak 7,6 poin, 4,7 rebound dan 1,2 assist. Robey juga menjadi anggota tim Boston Celtics yang memenangkan kejuaraan pada tahun 1981.
Namun begitu, nomor punggung jerseynya yakni 53 tak dipensiunkan. Ada tiga pemain lagi setelah Robey yang mengenakannya. Mereka adalah Artis Gilmore (1988), Joe Kleine (1989-1993), dan Alton Lister (1995-1997). Tapi Robey tetap jadi pemain yang paling menonjol memakai Jersey dengan nomor punggung 53. (Bembo)



