
Power forward Boston Celtics, Chuck Cooper adalah pemain kulit hitam pertama yang direkrut franchise NBA dan bermain di Liga NBA pada tahun 1950.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Charles Henry Cooper yang karib disebut Chuck Cooper adalah seorang pemain bola basket kulit hitam pertama yang direkrut untuk bermain di NBA. profesional Amerika. Dia dipilih oleh Boston Celtics dengan pilihan pertama putaran kedua Draft NBA 1950 dan bermain selama 4 musim hingga tahun 1954.
Chuck Cooper bermain di NBA sebagai power forward setelah direkrut oleh pemilik Boston Celtics, Walter A. Brown. Dia dilatih oleh Red Auerbach yang legendaris dan merupakan rekan satu tim dari Bob Cousy yang hebat.
Ketika para pejabat dari tim lain mengetahui minat Boston pada Cooper ketika itu, mereka menyarankan agar dia tidak direkrut karena berkulit hitam.
Namun, kutipan terkenal Brown ketika itu adalah: “Saya tidak peduli apakah dia bergaris, kotak-kotak, atau berbintik-bintik”. Dan Boston pun tetap keukeuh mengambil Charles Cooper dari Duquesne. Debut NBA-nya bersama Boston Celtics dengan nomor punggung jersey 11 dimulai pada tanggal 1 November 1950, melawan Fort Wayne Pistons.

Boston Celtics menurunkan susunan pemain seluruhnya kulit hitam pertama dalam sejarah NBA.
“Terima kasih atas keberanian Anda menawarkan saya kontrak di bola basket profesional. Saya harap saya tidak akan pernah memberi Anda kesempatan untuk menyesalinya.” Demikian teks telegram dari Chuck Cooper kepada pemilik Boston Celtics, Walter Brown kala itu.
Setelah 4 musim bersama Boston Celtics, dia ditukar ke Milwaukee Hawks sebelum mengakhiri kariernya sebagai anggota Wayne Pistons. Usai dari situ, dia menghabiskan satu tahun bermain untuk Harlem Magicians, sebelum mengalami cedera punggung dalam kecelakaan mobil dan meninggalkan bola basket.
Selain sebagai pemain kulit hitam pertama yang bermain di NBA, Cooper yang semasa kuliah bermain bola basket untuk Duquesne Dukes juga dinobatkan sebagai All-American tim kedua konsensus pada tahun 1950. Menurut edisi 18 November 1950 dari surat kabar Afro-American , dia adalah pemain bola basket kulit hitam pertama yang dinobatkan sebagai atlet perguruan tinggi All-American.
Selama kariernya di NBA, pemain setinggi 1,96 m ini bermain sebanyak 409 pertandingan dan mencetak 2.725 poin dengan rata-rata 6,66 poin per pertandingan. Dia juga memiliki 2.431 rebound dengan rata-rata 5,9 per pertandingan, serta 733 assist dengan rata-rata 1,79 per pertandingan. Karena beberapa statistik tidak dicatat pada waktu itu, tidak diketahui berapa banyak blok, steal, atau turnover yang dia lakukan selama kariernya.
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis George Sullivan, Cooper juga pernah menceritakan kembali pentingnya dia terpilihnya oleh Boston Celtics.

Tim bola basket Boston Celtics musim 1953–1954 sedang berlatih strategi pick and roll . Dari kiri ke kanan: Bob Donham, Ed Mikan, Bill Sharman, dan Chuck Cooper.
“Saya yakin tidak ada tim NBA yang akan merekrut pemain kulit hitam pada tahun 1950 jika Boston Celtics tidak memilih saya di awal draft, di putaran kedua. Tujuh putaran kemudian Washington Caps memilih Earl Lloyd, dan beberapa bulan kemudian New York Knicks membeli kontrak Sweetwater Clifton dari Harlem Globetrotters. Tapi itu adalah kasus di mana Caps dan Knicks mengikuti jejak Boston Celtics. Walter Brown adalah orang yang mempertaruhkan reputasinya.”
Center Boston Celtics tahun 1950 – 1964, Bob Cousy juga pernah berkata tentang Cooper yang menjadi rekan setimnya, “Chuck Cooper adalah seorang pria yang berkelas, cerdas, dan sensitif yang merintis jalan yang tidak mudah. Dia juga pemain bola basket yang sangat hebat.”
Untuk menghormati Cooper, Boston Celtics membentangkan spanduk peringatan khusus yang digantung di langit-langit TD Garden pada musim 2000-2001 sebagai penand peringatan lima puluh tahun dia direkrut oleh Boston Celtics. Dan pada tahun 2019 dia dilantik ke dalam Naismith Basketball Hall of Fame.
Chuck Cooper yang lahir di Pittsburgh pada 29 September 1926 meninggal juga di Pittsburgh pada 5 Februari 1984. Dia wafat di usia 57 tahun di Forbes Hospice karena kanker hati. (Bembo)



