BERITA UTAMA NUSANTARA

Dishub Jabar: Keselamatan Masyarakat saat Mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H Menjadi Hal Utama

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar.

progresifjaya.co.id, BANDUNG – Dinas Perhubungan Jawa Barat dalam mendukung kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026 menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal.

Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar menyampaikan pihaknya pada Senin 9 Maret telah melaksanakan apel gelar pasukan yang akan diterjukan dalam mendukung kelancaran harus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Tadi pagi kami telah melaksanakan gelar pasukan persiapan secara menyeluruh baik aspek sarana dan prasarana, sumber daya manusia, maupun koordinasi lintas sektor. Kami memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Keselamatan masyarakat menjadi hal yang utama bagi kami,” katanya, Senin (9/3/2026) di Grha Dishub, Cinunuk.

Lebih lanjut Dhani, menyebutkan, persiapan yang matang telah dirancang dalam rakor rencana operasi penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 yang dilaksanakan Jumat (6/3/2026) bersama kepolisian, BPBD, Dinas Kesehatan, dan stakeholder terkait.

Adapun beberapa langkah yang sudah dan akan dilaksanakan, yakni pelaksanaan ramp check sejak awal Maret 2026 dimulai 7 Februari 2026 di Limbangan, Garut terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus antarkota dan angkutan dalam kota, meliputi pengecekan teknis, seperti sistem pengereman, lampu penerangan, ban, alat keselamatan, serta kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi.

Kemudian, ada pembentukan posko kesehatan, angkutan Lebaran Dishub Jabar yang mendirikan empat rest area bersama Kemenhub, lima posko ruas Jalan terpadu provinsi, 115 posko kewilayahan kota/kabupaten, dan 35 posko simpul provinsi yang tersebar di beberapa terminal dan titik strategis guna melakukan monitoring.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar.

Dhani mengatakan Jabar merupakan jalur arus lalu lintas para pemudik yang akan menuju Jogjakarta dan daerah- daerah pulau Jawa lainnya.

Guna mempermudah pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan melalui CCTV Pemprov Jabar dan kota/kabupaten yang terpusat di Jabar Digital Center dan kantor Dishub Jabar.

“Kami bersama kepolisian dan instansi terkait, dilakukan pengaturan lalu lintas seperti sistem satu arah, ganjil genap, contra flow, manajemen pengalihan arus lalu lintas jalan alternatif, pembatasan lokasi putar arah dan pembatasan pengoperasian mobil barang pada hari dan jam tertentu pada titik-titik rawan kemacetan, termasuk manajemen arus kendaraan di kawasan terminal dan simpul transportasi,” ujarnya.

Selain itu, pengecekan dan optimalisasi fasilitas terminal, alat penerangan jalan (APJ), rambu dan marka jalan, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan area pelayanan guna menunjang kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum bepergian, mematuhi aturan lalu lintas, serta memilih angkutan umum yang telah dinyatakan laik jalan. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, operator transportasi dan masyarakat, diharapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat,” katanya.

Terkait daerah yang rawan kemacetan yang diakibatkan angkutan kota, delman dan becak, Dinas Perhubungan akan meliburkan sejak tanggal 18 Maret sampai tanggal 28 Maret dan diberikan kompensasi sebesar rp.200 ribu per harinya. “Total dana kompensasi yang akan diberikan senilai Rp 6 miliar,” ujar Dhani.

Pada tahun ini, Dinas Perhubungan Jawa Barat juga memfasilitasi bagi masyarakat yang akan mudik dengan memberikan fasilitas mudik gratis dengan menyediakan sebanyak 64 bus dan sebanyak 2.560 tiket penumpang. (Yon)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *