Heboh Gus Yaqut Menghilang dari Rutan: Diam-diam KPK Alihkan Jadi Tahanan Rumah

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau yang lebih populer dengan panggilan Gus Yaqut tiba-tiba menghilang dari tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tentu ini membuat heboh sesama tahanan perkara korupsi di rumah tahanan (Rutan) di gedung Merah Putih, Jakarta. Hal itu diketahui tersangka kasus quota haji tersebut tidak ikut sholat Idul Fitri bersama tahanan lainnya pada Sabtu (21/3).
Ternyata eh ternyata, Yaqut dapat privilage atau hak istimewa dari KPK untuk berlebaran di kediamannya. Pasalnya, permohonan penangguhan penahanan tersangka dikabulkan, dari Rutan menjadi tahanan rumah. “Benar, penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka saudara YCQ, dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah,” ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Semula KPK diam-diam mengalihkan tahanan Yaqut jadi tahanan rumah. Padahal, sebelumnya tidak ada tersangka korupsi yang diberikan pengalihan tahanan rumah. Lembaga Antirasuah itu tidak mengumumkan atau memberikan rilis kepada jurnalis.
Terbongkarnya alih tahanan tersebut disebarkan oleh Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel yang baru saja menengok suaminya di tahanan. Rinita bilang Yaqut tidak berada di tahanan dan tidak ikut sholat Idul Fitri.
Atas hal itu, akhirnya Prasetyo menjelaskan bahwa pengalihan penahanan ini merupakan permohonan yang disampaikan pihak keluarga Yaqut sejak 17 Maret 2026 dan kemudian ditelaah penyidik. “Atas permohonan tersebut kemudian ditelaah dan dikabulkan dengan pertimbangan sesuai Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP,” jelasnya.

Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel.
Pengalihan jenis penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah akan berlangsung sementara waktu. KPK juga menjamin selama Yaqut menjadi tahanan kota, pengawasan melekat dilakukan. “Selama melaksanakan pengalihan penahanan tersebut, KPK tetap melakukan pengawasan melekat dan pengamanan kepada yang bersangkutan. Kami pastikan bahwa proses pengalihan penahanan untuk sementara waktu ini sesuai ketentuan dan prosedur penyidikan maupun penahanan terhadap seorang tersangka,” kata Budi.
Sehari sebelumnya KPK melaksanakan sholat Idul Fitri bagi tahanan di Gedung Merah Putih KPK, pada lebaran hari pertama, Sabtu (21/3/). Ibadah tersebut difasilitasi sebagai bagian dari layanan khusus bagi para tahanan dalam momentum hari raya keagamaan umat Islam.
Sejumlah tahanan KPK yang terlihat mengikuti sholat Idul Fitri di antaranya Bupati Pati nonaktif Sudewo, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, hingga mantan Staf Khusus (Stafsus) Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Selain itu, tampak pula Irvian Bobby Mahendro selaku mantan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3, Bupati nonaktif Lampung Tengah Ardito Wijaya, serta mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.
Namun, dari para tahanan yang keluar, tidak terlihat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Belakangan pada Sabtu siang, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, Silvia Rinita Harefa juga turut mempertanyakan keberadaan Yaqut. Menurut info yang didapat, Yaqut tidak terlihat sejak Kamis (19/3) malam . Informasi itu, kata Silvia, bahkan diketahui oleh seluruh tahanan Rutan KPK. “Semuanya (tahanan KPK) pada tahu, cuman mereka kan bertanya aja gitu, katanya ada pemeriksaan, tapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada riksa, sampai hari ini enggak ada (Gus Yaqut),” ujar Silvia kepada awak media di Rutan KPK.
Silvia menyebut Gus Yaqut sempat dijemput pada Kamis (19/3) malam untuk dilakukan pemeriksaan. Anehnya, setelah dijemput, keberadaan Gus Yaqut justru tak terlihat hingga salat Idul Fitri pada Sabtu pagi. “Iya (Kamis malam), sebelum hari Jumat itu, infonya sih katanya mau diriksa. Tapi salat Id kata orang-orang di dalem, enggak ada,” kata dia.
Silvia menambahkan, dirinya yang menghabiskan waktu di Rutan memang tidak bertemu Gus Yaqut. Ia pun meminta para jurnalis untuk mencari informasi ini lebih lanjut.
Editor: Isa Gautama



