BERITA UTAMA POLITIK

Jika Raih Suara di Atas 30 Persen, Sufmi Dasco Atau Sjafrie Sjamsoeddin Berpeluang Dampingi Prabowo

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika,Yunarto Wijaya, Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kans Presiden Prabowo Subianto maju kembali ke Pilpres 2029 terus menjadi perbincangan, termasuk soal siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai, skenario tersebut sangat bergantung pada kekuatan Partai Gerindra dalam kontestasi politik mendatang.

Menurut Yunarto, jika Gerindra mampu meraih suara di atas 30 persen, peluang untuk mengusung pasangan dari internal partai akan semakin terbuka.

“Kalau Gerindra betul-betul bisa mengambil suara di atas 30 persen, mungkin peluang untuk nekat itu akan terbuka,” kata Yunarto dalam podcast Gercep (Gerak Cerita Politik) di Youtube @HarianKompasCetak, tayang perdana pada Selasa, 24 Maret 2026.

Dalam konteks tersebut, Yunarto menyebut ada dua nama yang dinilai paling berpeluang mendampingi Prabowo. Keduanya adalah Sufmi Dasco Ahmad dan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Ada nama Dasco, ada nama Sjafrie dengan semua plus minusnya,” kata Yunarto.

Dia menilai, kedua sosok tersebut memiliki kedekatan yang kuat dengan Prabowo serta posisi yang cukup berpengaruh dalam konstelasi politik nasional.

Selain faktor kedekatan, Yunarto juga menyoroti latar belakang geografis keduanya yang dinilai bisa menjadi nilai tambah.

Dasco diketahui berasal dari Sumatera Selatan, sementara Sjafrie memiliki akar dari Makassar.

“Dua-duanya bukan Jawa, ini bisa jadi variabel komplementer,” ujarnya.

Menurutnya, faktor non-Jawa kerap menjadi pertimbangan dalam strategi pemenangan nasional, sebagaimana terlihat dalam beberapa kontestasi sebelumnya.

Namun begitu, dia juga mengingatkan adanya variabel lain yang perlu diperhitungkan, termasuk latar belakang sipil dan militer.

Dalam penilaiannya, pasangan dengan kombinasi tertentu bisa lebih menarik secara elektoral dibandingkan pasangan dengan latar belakang serupa.

“Kalau tentara dengan tentara apakah lebih menarik, dibandingkan tentara dengan sipil?” ucapnya.

Meski membuka peluang duet dari internal Gerindra, Yunarto mengaku tidak sepenuhnya berharap skenario tersebut terjadi.

Dia justru mendorong munculnya sosok alternatif yang bisa memberikan warna baru dalam kontestasi Pilpres 2029.

“Saya tetap berharap ada calon alternatif,” katanya.

Dia juga menyarankan agar Prabowo mempertimbangkan figur yang lebih progresif jika kembali maju.

Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi gebrakan baru untuk menjawab kritik yang selama ini dialamatkan kepada Prabowo. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *