Wakil Gubernur DKI H. Rano Karno Dukung Penambahan 5.000 Personel Anggota Satpol PP Secara Bertahap

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno menyatakan dukungan terhadap rencana penambahan personel anggota Satpol PP hingga 5.000 orang, dengan mempertimbangkan beban kerja yang ditanggung. Namun, penambahan itu dipastikannya harus dilaksanakan secara bertahap.
“Maaf ya, saya tidak bilang kerjanya berlebihan, tapi kerjanya memang agak ekstra. Tentu kesehatan menjadi prioritas ya,” ungkapnya, Jumat (24/4 ).
H. Rano mengakui usulan penambahan personel anggota Satpol PP hingga 5.000 orang adalah hal wajar. Dibandingkannya dengan Dinas Penaggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta membutuhkan tambahan 11 ribu personel pemadam lantaran mempertimbangkan luasan area dan jumlah penduduk yang harus dilayani.
Tidak hanya mempertimbangkan rasio luasan wilayah dan jumlah penduduk, Rano juga menyebut perluasan dan penambahan program Pemprov DKI Jakarta juga jadi pertimbangan. Dicontohkannya, Pemprov DKI Jakarta telah memperluas cakupan layanan Transjakarta hingga Jabodetabek.
Ia menegaskan perluasan rute layanan itu membutuhkan tambahan personel anggota Satpol PP memastikan keamanan aset dan ketertiban jalur lintasan. Kemudian juga direncanakan membentuk unit Satpol PP Pariwisata.
Unit tersebut, dikatakannya, akan bertugas memastikan ketertiban umum di kawasan pariwisata seperti Kota Tua yang akan direvitalisasi dalam waktu dekat. Meski sama-sama bertugas memastikan ketertiban umum, Satpol Pariwisata akan memiliki seragam yang berbeda dan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.
Ia menyoroti hingga sebanyak 35 personel Satpol PP yang meninggal dalam setahun lantaran kondisi Kesehatan, akumulasi dari rentang waktu tidak sebentar. Sebagai solusi, Rano mengungkap kebutuhan adanya pembangunan Markas Komando (Mako) yang memadai.
Saat ini, Mako yang dimiliki oleh Satpol PP DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih sangat kecil dan tidak memadai. Selain menjadi pusat komando pengawasan digital dan penempatan armada, Mako yang dibangun nantinya juga bisa menjadi pusat aktifitas dan shelter istirahat personel Satpol PP saat bertugas.
“Sebetulnya sudah didesain dan dianggarkan, cuma terkena efisiensi. Makanya kemarin saya sempat bicara dengan Pak Gubernur, sepertinya kita harus evaluas lagi masalah ini, apalagi kita mau jadi Kota Global,” tandasnya.
Penulis/Editor: Fari. K




