Satreskrim Polresta Bandara Soetta Bekuk 3 Bandit Pencuri Tas Branded Lululemon Athletica

Satreskrim Polresta Bandara Soetta membongkar pencurian tas branded Lululemon Athletica dari gudang kargo Bandara Soetta.
progresifjaya.co.id, TANGERANG – Tiga bandit pencurian terorganisir tas branded merek Lululemon Athletica asal Kanada (original) di kargo bandara dibekuk Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Ketiga bandit tersebut berinisial R alias K, A, dan F.
Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Pol Wisnu Wardana dalam pernyataannya mengatakan, ketiga bandit tersebut dibekuk di Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka dibekuk setelah polisi menerima laporan kehilangan barang ekspor milik PT Pungkook Indonesia One. Polisi kemudian melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan rekaman CCTV di area RA BST dan Pergudangan Soewarna Bandara Soetta.
Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono menambahkan, kasus ini bermula ketika PT Pungkook Indonesia One menerima pemberitahuan dari pelanggan di Shanghai, Tiongkok, terkait hilangnya 108 tas yang dikirim melalui kargo Garuda Indonesia. Saat dilakukan penyelidikan, ditemukan 40 karton sengaja dipisahkan saat pemeriksaan X-Ray.
“Jadi itu kerjaannya bandit berinisial F. Dia berperan mengatur agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks,” ujar Kompol Yandri.
Sementara untuk bandit R alias K, diduga dia adalah otak sekaligus eksekutor pencurian. Sementara bandit A membantu pelaksanaan aksi pencurian. Dari hasil pemeriksaan sementara, juga bisa diketahui bahwa 80 tas hasil curian itu dijual kepada penadah berinisial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah.
“Pencuriannya dalam jumlah kecil tapi sudah cukup sering terjadi dan tidak pernah dilaporkan. Kejadian sejak tahun 2024. Jadinya ketiga bandit ini ngelunjak karena ketagihan,” jelas Kompol Yandri lagi.
Untuk mengantisipasi agar kejadian pencurian seperti ini tidak terulang, Kompol Yandri pun menyampaikan imbauan kepada seluruh pihak di lingkungan kargo bandara agar meningkatkan pengawasan distribusi barang ekspor. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam sindikat tersebut.
Penulis/Editor: Bembo



