BERITA UTAMA LIFE STYLE NASIONAL

Idul Adha: Momentum Perdalam Makna Ketaatan, Pengorbanan dan Kepedulian Sosial

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) K.H. Mahbub Maafi mengingatkan masyarakat bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum untuk memperdalam makna ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Pesan tersebut disampaikan saat khotbah shalat Idul Adha di Masjid An-Nahdhah yang berada di Gedung Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2206.

Dalam khotbahnya, Kiai Mahbub menjelaskan bahwa ibadah kurban berakar dari kisah ketabahan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan.

Menurutnya, hakikat kurban tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan semata, melainkan pada nilai ketaatan dan ketulusan seorang hamba kepada Tuhan.

“Ketika kita berkurban, daging dan darah hewan korban itu tidak sampai kepada Allah Swt., yang sampai adalah ketaatan dari kita,” katanya.

Ia menambahkan bahwa semangat pengorbanan dalam Idul Adha seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bentuk kepedulian terhadap sesama dan kesediaan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Semangat berkorban ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita mengorbankan tenaga kita untuk membantu orang yang susah, mengorbankan harta kita untuk menolong orang-orang yang kelaparan,” imbuhnya.

Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat umum, K.H. Mahbub Maafi juga menyoroti tanggung jawab moral para pejabat dan tokoh publik yang mengabdikan diri untuk melayani umat dan masyarakat.

Menurutnya, pengorbanan seorang pelayan publik tidak hanya berupa tenaga dan materi, tetapi juga kesiapan menerima kritik dan cibiran dalam menjalankan amanah.

“Barang siapa yang berkomitmen untuk berkhidmat kepada umat, untuk berkhidmat kepada publik; maka dia harus merelakan sebagian kehormatannya, karena cepat atau lambat dia pasti akan dicela,” kata Mahbub mengutip pernyataan cendekiawan Islam asal Andalusia, Ibnu Hazm.

Di akhir khotbah, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat silaturahim dan meningkatkan kualitas ibadah serta pengabdian kepada sesama.

Sumber: Antara

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *