
progresifjaya.co.id, KAB. TANGERANG – Pepohonan rindang di pinggir jalan raya berfungsi ganda sebagai paru-paru kota dan pelindung infrastruktur. Pohon menyerap polusi emisi kendaraan, meredam kebisingan, menaungi aspal agar lebih awet, serta menjadi pembatas visual alami yang meningkatkan keselamatan pejalan kaki.
Namun begitu pohon rindang di pinggir jalan raya berisiko membahayakan pengendara. Selain berpotensi tumbang saat angin kencang atau hujan, dahan yang rapuh bisa patah menimpa kendaraan. Pohon yang tidak dirapikan juga sering menutupi rambu lalu lintas, lampu jalan, atau menghalangi pandangan pengendara, terutama di malam hari.
Di sepanjang Jalan Raya Kutabumi, Kelurahan Kutabaru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, pohon rindang sudah sangat tinggi dan menutupi lampu penerangan jalan umum (PJU). Melihat kondisi seperti ini, terkesan Pemerintah Kabupaten Tangerang kurang peduli terhadap pepohonan di sepanjang Jalan Raya Kutabumi.

Pantauan awak media, terkesan pepohonan tersebut tidak terurus. Salah satu warga Kutabaru, Ben mengatakan, pohon rindang yang berada di sepanjang Jalan Raya Kutabaru sudah sangat tinggi takutnya tumbang disambar angin kencang. Ia khawatir situasi itu sangat berbahaya jika pohon atau ranting tumbang menimpa warga atau kendaraan saat lewat. “Tolonglah dipangkas jangan sampai ada kejadian baru bergerak,” ujar Ben.
Di tempat terpisah, PLT Ketua DPC Perkumpuan Wartawan Fas Respon Nusantara (PW FRN) Kabupaten Tangerang, Alexander Salembun meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang agar secepatnya turun melakukan pemangkasan pohon-pohon yang sudah sangat tinggi dan rindang di sepanjang Jalan Raya Kutabumi.
Pepohonan rindang tersebut, lanjut Alex sapaan karibnya, tidak menutupi kemungkinan tumbang atau ranting pohon patah saat hujan disertai angin kencang yang dapat menimpa pengguna jalan.
“Sepanjang Jalan Raya Kutabumi masih jauh dari kata asri. Saya juga meminta kepada Dinas terkait utk melakukan penataan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sisi jalan sepanjang Jalan Raya Kutabumi karena terlihat kumuh dan terjadi penyempitan jalan. Ini cukup mengganggu baik bagi pejalan kaki maupun yang bersepeda serta pengendara kendaraan roda dua dan empat,” pungkas mantan wartawan JurnalNasional.id. (Ujang)



