MEGAPOLITAN

Pembangunan Jalan Aspal di Desa Tajur Disinyalir Asal Jadi

progresifjaya.co.id, KAB. BOGOR – Pembangunan jalan aspal di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, sepanjang 230 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0,03 meter diduga asal jadi. Pembangunan jalan tahap I menggunakan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor sebesar Rp. 163.551.000. Namun fakta di lapangan, pengaspalan tak sesuai spek karena aspalnya sangat tipis tidak sampai 0,03 meter. Ketebalan aspal jauh dari standar.

Jika di musim hujan otomatis pasti rusak karena akan menimbulkan lubang halus. Adanya temuan ini, wartawan konfirmasi ke kantor desa. Tapi kepala desa tidak berada di tempat. Dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp tidak mendapat respon atau jawaban.

Padahal jalan ini dibangun pakai dana Bankeu   senilai ratusan juta yang berasal dari uang pajak rakyat. Sudah sepatutnya rakyat menikmati jalan baru yang berstandar tahan lama bukan asal jadi.

Salah seorang pengguna jalan, Adi menyebutkan bahwa jalan ini tidak akan tahan lama. “Masalahnya, aspalnya tipis jika hujan pasti kegerus air,” katanya, Senin (19/10).

Sementara itu, Ketua DPC AWPI menyatakan, kalau seperti ini kualitas pekerjaan jalan di Desa Tajur tidak akan bertahan lama.

“Coba kita lihat mutu aspal sepertinya tidak masuk dan juga cara gilas gembur ini bisa dikatakan hanya satu gilas. Sebab jika dilakukan berulang – ulang aspalnya bisa hilang karena kelihatan dalam gambar bahwa aspalnya tipis dan banyak lubang pori – porinya,” kata Bunda saat melihat foto pekerjaan proyek.

Pekerjaan seperti ini sudah layak dibuatkan surat resmi ke Inspektorat agar ada teguran, kata Bunda, jika pihak Inspektorat tidak ada tindakan, kita buat laporan ke aparat penegak hukum supaya turun langsung ke lapangan dan memberikan efek jera.

“Memang pada bantuan keuangan (Bankeu ) tahun ini banyak pekerjaan yang asal jadi, asal bapak senang dan tidak memikirkan hati masyarakat. Padahal jika kita bertanya kepada masyarakat tentang hasil kerja yang dilaksanakan pihak desa yaitu pekerjaan infrastruktur dan TPT, pasti masyarakat rata – rata kecewa karena pekerjaan dikerjakan asal jadi,” katanya lagi.

Hingga berita ini di publikasikan, pihak Desa Tajur belum memberikan klarifikasi. (Din)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *